Kita akan mendapatkan yang kita inginkan

Lagi lagi saya bahas tentang facebook. Sekuat apa pun mencoba lari darinya, seolah ia terus bisa menangkapku.

Oke, itu drama.

Hari ini, eh tanggalnya sudah ganti… Berarti kemarin, tiba tiba saja saya bisa login ke facebook, tanpa recovery akun dengan mengirim KTP ke mereka. Eman eman banget, nanti bisa bisa saya jadi tenar. 🙄

Hah, longest streak bersemedi dari facebook kembali terpatahkan. That’s kinda…

Mungkin itu karena memang saya mencari cari cara untuk bisa login, dan Tuhan menunjukkan dengan cara-Nya.

Mungkin lebih banyak yang terlewatkan

Ada satu kata lagi yang saya kira itu istilah kekinian, ternyata (mungkin) sudah populer sejak lama. Saya merasa seperti baru pulang dari planet Mars. 🙄 eh… Lebih tepatnya dari dalam gua, terisolasi dari peradaban. Mungkin hal yang saya lewatkan masih ada lebih banyak lagi. Tolong beri tahu saya.

Know your position, it’s better

Nemu kutipan dari grup Telegram SinauDev lagi. Draf tulisan ini dibuat di hari di mana sang bumi mulai berevolusi terhadap sang matahari dari titik awal untuk ke sekian kalinya sejak aku menghirup pekatnya udara dunia ini untuk pertama kalinya. ehm

Untuk mencapai kesadaran itu, diperlukan kesabaran terhadap diri sendiri. Sabar terhadap keras kepalanya sebuah entitas di dalam diri ini hingga ia mau disadarkan atas segala kekhilafan dan kedunguan selama hidupnya. Tak lupa pula, ada sebuah entitas di luar diri yang juga begitu berpengaruh dalam penyadaran itu. Ia disebut cinta. Cinta Tuhan, pasti. Cinta kepada manusia, juga. Cinta dari manusia, apalagi.

Cinta dari keluarga, baik keluarga yang mengasihi dan menyayangiku sejak bayi di dalam sebuah surga kecil yang tak dianggap, maupun keluarga-keluarga yang mengisi masa lalu yang luar biasa, yang tak ternilai kenangan dan pengaruhnya yang diberikan. Juga cinta dari teman-teman di tempat kerja, dan tak ketinggalan cinta dari teman-teman kuliah yang seharusnya akulah yang memberikan cinta kepada mereka. Dan tak lupa terselip sebuah cinta lain di antara mereka. Serta cinta abstrak lainnya yang tak tampak, tetapi bisa dirasakan, bahkan walaupun tak pernah sekalipun bersua.

Ketahuilah kedudukanmu, itu lebih baik

Setidaknya mulai terang, di mana aku berada di dunia ini, dan mau ke mana di masa depan. Menjadikan langkah ini semakin mantap dan pasti. Melewati jalan yang pernah dipilih. Takkan ada penyesalan dan putus asa. Jika pun suatu saat jalan ini begitu berliku, dan bahkan sesat, maka tak ada lagi kebimbangan dan ketakutan. Yang tersisa hanyalah keyakinan untuk terus maju sampai akhir. Terima kasih cinta.

Loving You: Merit Yuk

Eh, enggak, enggak, aku enggak ngajak kamu merit. Itu hanya judul buku yang sempat berhenti kubaca. Berikut ini cuplikan ulasan saya di Goodreads. Kalau mau baca bukunya, boleh pinjam aku kok. 🙊

Loving You: Merit Yuk!Loving You: Merit Yuk! by O. Solihin

My rating: 4 of 5 stars

Sangat bermanfaat untuk kita yang sedang berupaya untuk menuju masa depan bersama separuh agama. ehm…

Pembahasan sangat komplit dari definisi cinta sampai penanganan konflik dalam rumah tangga setelah menikah. Merit yuk!

View all my reviews