PaaS itu apa ya?

Kemarin saya bincang-bincang dengan seorang ahli IT (gak usah disebut namanya lah). Saya dapat sebuah info baru yang akhirnya menjadi ilmu baru buat saya. Beliau menawarkan sebuah hosting VPS di Cloudways untuk situs web. Basis dari layanan tersebut adalah Digital Ocean, dan ada pilihan Amazon EC2 dan Google Compute Engine. Seperti halnya VPS lain, biaya sewanya terbilang mahal untuk saya. Tapi ada versi trial 14 hari yang bisa kita coba.

Saya kira Cloudways ini seperti VPS biasa yang bisa kita setting sendiri ‘daleman-nya‘. Tapi setelah lihat langsung ke TKP, ternyata itu adalah managed cloud hosting. Dan kemudian saya tahu bahwa itu termasuk layanan Platform as a Service (PaaS). Selain Cloudways, ada lagi Openshift punya Red Hat Enterprise. Saya dapat info dari mas Sucipto di FB. Nah, sebenarnya PaaS itu apa?

Menurut beberapa sumber yang saya dapat (dari googling tentunya [1]), PaaS adalah layanan atau jasa komputasi awan yang sudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan pengembang, dan pengembang tidak perlu mengurusi platform tersebut. Oleh karena itu, developer bisa fokus pada pengembangan dan update aplikasinya.

Karena PaaS yang saya coba tersebut menyediakan platform WordPress, jadi mereka bisa dijadikan hosting untuk website. Dan secara performa atau spek, mereka lebih unggul daripada shared hosting biasa. Mungkin ke depannya shared hosting akan tergantikan oleh PaaS ini ya.

[1] Beberapa sumber:

  1. http://www.interoute.com/what-paas
  2. http://www.infoworld.com/article/2613027/paas/paas-primer–what-is-platform-as-a-service-and-why-does-it-matter-.html
  3. http://www.rackspace.com/knowledge_center/whitepaper/understanding-the-cloud-computing-stack-saas-paas-iaas
  4. http://appsembler.com/blog/paas-bakeoff-comparing-stackato-openshift-dotcloud-and-heroku-for-django-hosting-and-deployment/
  5. http://www.quora.com/What-are-the-differences-between-PaaS-Heroku-OpenShift-etc-and-Middleware-WebSphere-GlassFish-Tomcat-etc