Sort of...

Ringkasan:

Blog ini merupakan wadah untuk menuangkan buah pikir penulis. Penulis telah lama mengenal blog, tetapi tidak begitu intens dalam blogging. Walaupun bagi sebagian orang, blogging bisa menjadi sumber penghasilan, tetapi bagi penulis blogging hanya sekedar blogging, tidak lebih. Kegagalannya untuk meraih penghasilan iklan dari blogging menjadi dalih dan alibi untuk tidak terlibat dalam “kekacauan” distribusi informasi di jagat maya. Kekacauan yang dimaksud adalah seperti berita hoax yang sering viral.

Selamat datang di blog ini. Di sini penulis tidak ingin menjanjikan banyak hal. Di blog ini, penulis hanya ingin menulis, apapun itu.

Blogging sudah dipilih menjadi hobi penulis. Walau pun tak terlalu banyak hal yang bisa dibagikan, penulis merasa tetap perlu untuk menuangkan buah pikir dan berbagai macam uneg-uneg yang lalu-lalang di alam pikiran.

Kegiatan blogging telah cukup lama dikenal oleh penulis, yaitu kira-kira sejak tahun 2009. Ya walau pun tidak begitu intens dan konsisten. Sudah beberapa kali pindah platform blog dan sedari awal tidak begitu sukses mengumpulkan banyak pembaca. Penulis menyadari hal itu bisa jadi karena sebagian besar topik yang disajikan dalam blog tidak menyasar semua golongan pembaca.

Kegiatan blogging bagi sebagian orang dikaitkan dengan uang, yang dalam hal ini berhubungan dengan monetisasi konten blog dari penayangan iklan. Penulis telah banyak mendengar cerita-cerita “sukses” para blogger itu dan bahkan ada yang dari sumber pertama. Sebenarnya dari dulu penulis juga tergiur dan ingin sekali mencoba peruntungan menjadi blogger yang bisa memperoleh pendapatan dari iklan seperti itu. Tetapi karena kurang tekun dan sejumlah alasan lain, penulis belum sekalipun mengecap penghasilan tayangan iklan dari blogging.

Namun demikian, di sisi lain, penulis merasa lega karena tidak terlibat atau ikut andil atas “kekacauan” informasi di mesin pencarian internet karena ulah segelintir blogger yang tidak bertanggung jawab yang hanya mengejar uang dan tidak mempedulikan konten. Mereka tak ragu untuk mengorbankan pembaca dengan menyebarkan konten-konten tidak penting dan bahkan menyesatkan alias hoax. Kemudian mereka berlomba-lomba untuk menampilkan konten di laman pertama mesin pencarian. Sehingga bagi pengguna, yang sebagian besarnya terlalu malas, mereka akan langsung mengunjungi hasil pencarian yang pertama kali muncul itu, tanpa peduli sumber terpecaya atau tidak.

Mungkin itu hanya dalih bagi penulis karena belum pernah berhasil merasakan penghasilan iklan. Tetapi itulah fakta yang terjadi. Mesin pencarian juga seolah-olah ingin mengacaukan distribusi informasi bagi masyarakat, dengan cara mengiming-imingi secuil uang kepada siapa saja yang mau membuat konten-konten “trending”. Sehingga konten-konten yang lebih penting, kalah banyak dari informasi “sampah” yang menjejali jagat maya ini.