Kita akan mendapatkan yang kita inginkan

Lagi lagi saya bahas tentang facebook. Sekuat apa pun mencoba lari darinya, seolah ia terus bisa menangkapku.

Oke, itu drama.

Hari ini, eh tanggalnya sudah ganti… Berarti kemarin, tiba tiba saja saya bisa login ke facebook, tanpa recovery akun dengan mengirim KTP ke mereka. Eman eman banget, nanti bisa bisa saya jadi tenar. ๐Ÿ™„

Hah, longest streak bersemedi dari facebook kembali terpatahkan. That’s kinda…

Mungkin itu karena memang saya mencari cari cara untuk bisa login, dan Tuhan menunjukkan dengan cara-Nya.

Mungkin lebih banyak yang terlewatkan

Ada satu kata lagi yang saya kira itu istilah kekinian, ternyata (mungkin) sudah populer sejak lama. Saya merasa seperti baru pulang dari planet Mars. ๐Ÿ™„ eh… Lebih tepatnya dari dalam gua, terisolasi dari peradaban. Mungkin hal yang saya lewatkan masih ada lebih banyak lagi. Tolong beri tahu saya.

Aryo 1.0 LTS dirilis!

Setelah melewati masa development selama satu semester diawali pada pertengahan tahun lalu, dan ditambah satu setengah bulan keterlambatan, akhirnya Aryo 1.0 LTS dirilis ke publik. Ini adalah rilis terbaru yang stabil. Keterlambatan rilis karena memperbaiki bug dadakan yang masih ditemukan sebelum mau dirilis. Itu untuk memastikan rilis LTS ini benar-benar bebas bug demi kenyamanan publik.

๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Yang mudeng silakan tertawa. Tapi saya gak bohong lho. Saya tidak perlu mohon maaf jika ada yang tidak paham. Kita hanya tidak sepemikiran.

Palentin, Palestin

Aku tak begitu paham apa itu hari palentin. Iya, hari ini banyak yang gembar-gembor soal hari palentin. Saking rapinya aku simpan pemahaman itu, entah di bagian benak yang mana aku letakkan, hingga aku tak bisa memunculkan lagi pemahaman itu. Aku sudah tak peduli dengannya.

Palestin. Sebuah negara Islam yang dizholimi oleh penjajah yang begitu kejinya menganggap dirinya lebih pantas menghuni tanah Palestin. Saudara Muslim dan Muslimah serta anak-anak mereka menderita. Aku di sini tak bisa apa-apa. Kepedulian yang bagaimana yang harus kuberi, aku tak tahu. Suatu hari hatiku terpesona oleh seseorang yang mengucap kata Palestin. Pedulikah ia?

Know your position, it’s better

Nemu kutipan dari grup Telegram SinauDev lagi. Draf tulisan ini dibuat di hari di mana sang bumi mulai berevolusi terhadap sang matahari dari titik awal untuk ke sekian kalinya sejak aku menghirup pekatnya udara dunia ini untuk pertama kalinya. ehm

Untuk mencapai kesadaran itu, diperlukan kesabaran terhadap diri sendiri. Sabar terhadap keras kepalanya sebuah entitas di dalam diri ini hingga ia mau disadarkan atas segala kekhilafan dan kedunguan selama hidupnya. Tak lupa pula, ada sebuah entitas di luar diri yang juga begitu berpengaruh dalam penyadaran itu. Ia disebut cinta. Cinta Tuhan, pasti. Cinta kepada manusia, juga. Cinta dari manusia, apalagi.

Cinta dari keluarga, baik keluarga yang mengasihi dan menyayangiku sejak bayi di dalam sebuah surga kecil yang tak dianggap, maupun keluarga-keluarga yang mengisi masa lalu yang luar biasa, yang tak ternilai kenangan dan pengaruhnya yang diberikan. Juga cinta dari teman-teman di tempat kerja, dan tak ketinggalan cinta dari teman-teman kuliah yang seharusnya akulah yang memberikan cinta kepada mereka. Dan tak lupa terselip sebuah cinta lain di antara mereka. Serta cinta abstrak lainnya yang tak tampak, tetapi bisa dirasakan, bahkan walaupun tak pernah sekalipun bersua.

Ketahuilah kedudukanmu, itu lebih baik

Setidaknya mulai terang, di mana aku berada di dunia ini, dan mau ke mana di masa depan. Menjadikan langkah ini semakin mantap dan pasti. Melewati jalan yang pernah dipilih. Takkan ada penyesalan dan putus asa. Jika pun suatu saat jalan ini begitu berliku, dan bahkan sesat, maka tak ada lagi kebimbangan dan ketakutan. Yang tersisa hanyalah keyakinan untuk terus maju sampai akhir. Terima kasih cinta.

Pengalaman pertama pantas dibagikan

Biasanya kita (apa cuma saya?) heboh kalau melakukan/mendapatkan hal-hal baru. Ya termasuk belakangan ini di blog ini begitu heboh berisi tulisan-tulisan tentang cinta, apalah itu. Ya karena itu adalah, anu… Dan kita (apa cuma saya?) cenderung heboh juga ingin segera pamer, eh share kepada orang lain tentang hal-hal baru itu.

Ini saya cuma mau pamer eh, share pengalaman pertama “beli” lagu secara legal di MelOn. Bayarnya cuma 3 ribu sih. hehe… Tetapi cuma sehari. Yang penting bisa mendengarkan mbak Yoshioka Kiyoe Ikimonogakari membasahi hati ini dengan syair-syair indahnya dari album terbaruย Chou Ikimonobakari Tennen Kinen Members Best Selection… aah… syahdu