Pengalaman pertama pantas dibagikan

Biasanya kita (apa cuma saya?) heboh kalau melakukan/mendapatkan hal-hal baru. Ya termasuk belakangan ini di blog ini begitu heboh berisi tulisan-tulisan tentang cinta, apalah itu. Ya karena itu adalah, anu… Dan kita (apa cuma saya?) cenderung heboh juga ingin segera pamer, eh share kepada orang lain tentang hal-hal baru itu.

Ini saya cuma mau pamer eh, share pengalaman pertama “beli” lagu secara legal di MelOn. Bayarnya cuma 3 ribu sih. hehe… Tetapi cuma sehari. Yang penting bisa mendengarkan mbak Yoshioka Kiyoe Ikimonogakari membasahi hati ini dengan syair-syair indahnya dari album terbaru Chou Ikimonobakari Tennen Kinen Members Best Selection… aah… syahdu

Kompartementalisasi hati

Bukan hidup namanya kalau selalu baik-baik saja. Banyak hal yang harus dikerjakan, diraih, diperjuangkan, hingga terpaksa direlakan. Akan ada momen ‘jatuh bangun’ yang harus kita lewati. Mungkin saat ini kamu sedang sibuk mengurus skripsi, bergulat dengan tugas-tugas kantor, berjuang memapankan kondisi finansial, hingga merencakan pernikahan dan masa depan.Lalu, bagaimana cara mengatasi tekanan dan tantangan yang selalu mampir di hidup kita? Bagaimana harus berjibaku dengan berbagai hal yang sepertinya datang secara bersamaan? Ternyata, ada satu solusi untuk mengatasi semuanya: kompartementalisasi.

Pada posting sebelum sebelumnya, pernah saya singgung sedikit tentang kompartementalisasi. Nah, barusan saya Duckduckgoing, hasil teratas adalah tulisan dari Hipwee berikut ini. Check it out!

Sumber: Mikirin Kuliah, Pekerjaan, Sampai Rencana Nikah? Ini Caranya Supaya Hidupmu Lebih Terarah!

Facebook lagi, facebook lagi

Hmm, mungkin saking cintanya sama facebook, sampai saya sebut-sebut dia terus. Facebook lagi, facebook lagi… Seperti lagunya Justice Voice.

Seperti yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu, saya sudah tidak bisa berfacebook ria di akun utama^1. Rasanya seperti ada yang kurang gitu, tapi di sisi lain, saya punya waktu luang untuk kegiatan lain. Maksudnya browsing situs lain, atau blogging di sini. Lihat saja, sebulan terakhir ini saya sangat rutin menerbitkan posting.

Coba lihat, berapa kali saya sebut facebook di blog ini

Nah, seperti biasa, saya tersesat di jagat maya saat… emm, ngapain tadi ya?! Pokoknya tahu-tahu sampai di sebuah laman yang membahas tentang privasi pengguna facebook. Judul tulisan itu “What should you think about when using facebook?“. Link ada di bawah, bacalah terus sampai habis^2. Pokok bahasannya tentang data yang dikumpulkan oleh facebook dari para “pengguna”. Ya, kata ini saya beri tanda kutip, karena sebenarnya kita bukan pengguna. Kenapa?

Kita bukan pengguna

We are social animals, and we are wired to want to connect, want approval, want to share, and want to organize on the platform where everyone else is, and this, for now, is in Facebook’s advantage. Additionally, it’s hard to say that Facebook is all bad: it does connect people, it has helped organize meetups and events, and it does make the world more interconnected.

But, as Facebook’s users, we and our data are its product. And, as we understand more about how this data is being used, we can still play on Facebook’s playground, by its rules, but be a little smarter about it.

— Vicki Boykis

“Kita adalah makhluk sosial, dan kita terkait karena ingin berhubungan, ingin diterima, ingin berbagi, dan ingin mengorganisir pada platform di mana ada orang lain, dan inilah, untuk saat ini, ada pada manfaat facebook. Selain itu, sulit mengatakan bahwa facebook itu buruk: ia menghubungkan orang-orang, ia membantu mengorganisir pertemuan dan acara, dan ia membuat dunia lebih saling terhubung.

“Tetapi, sebagai pengguna facebook, kita dan data kita adalah produknya. Dan, sebagaimana kita pahami lebih jauh tentang bagaimana data ini digunakan, kita masih bisa bermain di tempat bermain facebook, dengan peraturan-peraturannya, tetapi jadilah lebih cerdas tentang itu.”

Jadi, intinya kita dan termasuk data-data kita itu adalah produk facebook itu sendiri. Coba pikirkan, kita itu tidak membayar mereka. Apakah mereka betul-betul tidak mengharapkan sesuatu dari kita? Ya mungkin paling banter mereka menayangkan iklan untuk pendapatan mereka. Tapi benarkah hanya sejauh itu? Menayangkan iklan yang sebagian penggunanya memilih untuk tidak menampilkannya dengan adblocker?

Coba pikirkan. Bacalah dulu sumber tulisan di atas (link di bawah). Mereka begitu detilnya mengumpulkan data tentang kita. Oke mungkin pembaca tidak terpengaruh sedikit pun dan tidak peduli status-status, foto-foto, video-videonya mau diapakan. Tapi bayangkan, sekian milyar “pengguna” facebook, berpikiran sama seperti anda: tak peduli, tak mau tahu, tak tahu. Bagaimana jika data-data kita itu dijual untuk perusahaan asuransi misalnya? Dan tiba-tiba kita ditawari produk asuransi oleh perusahaan X. Maka jangan kaget.

Dengan tidak bisa berfacebook ria, itu adalah satu langkah bagus untuk lepas darinya sedikit demi sedikit. Langkah selanjutnya mungkin akan lebih susah: uninstall whatsapp dan messenger, serta lepas total dari facebook. Whatsapp yang juga keluarga facebook, masih demikian populernya, dan bahkan tempat kerja saya sekarang menggunakannya untuk koordinasi tim. Messenger masih saya pakai untuk berkirim pesan kepada teman yang masih betah di facebook. Iya, saya pakai password aplikasi messenger sebelum mengganti password utama facebook hingga tidak bisa login lagi. Kemudian jika berlepas total dari facebook, untuk saat ini rasanya belum bisa. Mungkin belum ada alternatif lain yang sepadan untuk beriklan dengan target yang begitu terarah selain facebook. Ya, dengan data dari “pengguna” yang berjumlah milyaran, mereka menjualnya menjadi jasa iklan dengan audiens yang betul-betul tepat, menurut mereka.

***

^1: ya, saya masih punya akun bayangan, tapi tidak saya gunakan untuk interaksi dengan kenalan

^2: https://veekaybee.github.io/facebook-is-collecting-this/

Spam Facebook Video Mesum

Akhir-akhir ini di Facebook beredar spam berupa video bertajuk “pria ini mengunjungi teman yang sakit tapi seperti ini”. Saya pernah coba memutar video yang berdurasi 6 detik tersebut. Di akhir video, ada link ke short url yang disebut sebagai versi full video tersebut. Saya ikuti saja link tersebut. Dan sesuai dugaan saya, itu adalah semacam situs phishing. Tampilan website dibuat mirip seperti saat kita hendak login ke aplikasi facebook dengan akun kita. Tapi di website phising tersebut disuguhkan form login facebook. Padahal normalnya kita tinggal menyetujui otorisasi login dengan satu tombol saja, sedangkan sesi login facebook masih dalam keadaan login.

Akibat yang ditimbulkan jika kita login ke form tadi adalah bisa saja pemilik situs mengumpulkan kredensial (username dan password) akun fb kita, dan pastinya iya. Tentunya jika akun kita tidak diproteksi lebih ketat dengan kode autentikator, misalnya, maka si pemilik situs tadi bisa dengan mudah login ke akun kita. Dan akhirnya akun kita bisa menjadi sarang spam video mesum tadi, dengan skrip autocomment atau autolike. Dan saya sudah menjumpai banyak sekali komen-komen itu muncul di status atau kiriman di grup.

Fenomena lain yang terjadi di facebook adalah ajakan bergabung ke grup-grup geje. Dan semua grup yang saya temukan tersebut diambil alih oleh akun-akun yang nama-namanya seperti orang Vietnam. Mungkin ada hubungannya dengan spam video mesum tadi.

Tips bagi pengguna Ubuntu pengguna internet Tri

Menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu mutlak membutuhkan internet untuk instal aplikasi. Sebelum itu pun kita butuh internet untuk download file ISO sistem operasinya. Besaran file ISO berkisar pada ukuran data 1 GB. Ukuran yang lumayan besar untuk sebagian dari kita.

Dan sebagian dari kita pasti ada yang menggunakan kartu seluler Tri (3) untuk akses internet. Kalau saya sendiri memilihnya karena ada paket kuota internet murah pada jam kalong / tengah malam sampai pukul 06.00. Dan saat ini sedang ada paket sejenis yang waktu pemakaiannya diperpanjang sampai pukul 12 siang.

Paket-paket tersebut sudah cukup memadai dan terjangkau untuk install dan update aplikasi Ubuntu. Tapi tetap saja ada kekurangan yang kita dapat dari paket kuota murah tersebut. Misalnya saja jaringan kurang stabil (di daerah saya); sering mendapat laman error saat browsing (karena squid); nomor IP yang diblokir oleh beberapa situs; dan lain-lainnya.

Continue reading “Tips bagi pengguna Ubuntu pengguna internet Tri”

“Seminar Tahunan Forum Ubuntu Indonesia”

Ubuntu Indonesia punya website baru, http://ubuntu.id/. Dengan tajuk “Seminar Tahunan Forum Ubuntu Indonesia”. Ternyata acara yang akan diadakan pada 23 Mei mendatang merupakan acara tahunan ke-5. Shiranai yo

Tema kali ini adalah “Ubuntu: Sistem Perkantoran Profesional”. Menargetkan peserta sebanyak 250 orang, baik kalangan bisnis maupun masyarakat umum. Wah, saya juga berkesempatan ini.

Seminar akan diisi oleh 6 orang narasumber dari kalangan bisnis, praktisi, dan penggiat Open Source yang juga akan dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari beberapa instansi pemerintah maupun swasta.

Sedangkan sesi lokakarya akan diisi oleh 3 orang yang tidak asing. Saya sering melihat mereka di media sosial maupun Forum Ubuntu Indonesia sendiri. Salah satunya, saudara @nif adalah penggiat Ubuntu yang paling sering nongol di FUI. Akhir-akhir ini saja saya lihat di fb. 😀

Dua orang yang lain lebih aktif di grup-grup fb. La karena saya juga lebih aktif di fb. Mereka adalah Etc Session 1, anggota tim pengembang Grombyang OS; dan Sokhibi Imgos, penggiat Open Source, terutama aplikasi desain grafis Inkscape dan juga penulis buku tentangnya. Sugoi.

 Sesi lokakarya akan menghadirkan pemateri dari warga Forum Ubuntu Indonesia yang membawakan pemrograman bash script, dari Komunitas Grombyang OS (GrosTeam) yang akan mendemokan remastering ubuntu 15.04 menggunakan UCK, serta dari komunitas Inkscape Indonesia akan mengisi kelas desain grafis.

Pasti ramai acaranya ya. Sukses buat semuanya aja lah. Saya senang sekali dengan perkembangan yang luar biasa ini. Open source Indonesia berkembang pesat. Saya bangga menjadi pengguna open source software.


  1. Kayaknya bukan nama asli :) 

Cara Download / Unduh Video Facebook Tanpa IDM

Anda tidak bisa download video Facebook dengan IDM yang ketahuan bajakan? Atau pakai Linux Ubuntu dan lainnya yang tidak punya IDM? Pakailah Savefrom.net helper sebagai gantinya. Layanan yang satu ini sudah sejak lama ada dan masih eksis sampai sekarang. Gunakanlah selama masih ada.

savefrom net helper

Pada gambar di atas, tampak laman unduhan skrip helper di savefrom.net/user.php. Belum lama ini, addon helper pada Chrome atau Chromium tidak bisa lagi dipasang, karena perubahan kebijakan dari Google.

savefrom net helper alternative

Oleh karena itu, kita pakai helper versi userscript, yang bisa dipasang dengan addon Tampermonkey di Chrome, atau Greasemonkey pada Firefox.

savefrom net userscript tampermonkey

savefrom net helper

Savefrom bisa memproses pranala unduhan dari beberapa situs web, termasuk Facebook. Jadi, kita bisa mengunduh foto atau video dari facebook dengan bantuan skrip dari savefrom.net.

savefrom net helper aktif

Skrip savefrom.net helper yang aktif ditandai dengan nomor kecil warna merah pada sudut kanan bawah ikon Tampermonkey.

facebook video self

Jika sudah aktif, skrip helper akan menampilkan ikon unduhan warna hijau seperti pada gambar di atas, ditunjukkan dengan panah kuning.

facebook video

Klik ikon unduhan tersebut, dan pilih opsi yang tersedia. Maka muncul jendela untuk menyimpan video yang akan diunduh.

PaaS itu apa ya?

Kemarin saya bincang-bincang dengan seorang ahli IT (gak usah disebut namanya lah). Saya dapat sebuah info baru yang akhirnya menjadi ilmu baru buat saya. Beliau menawarkan sebuah hosting VPS di Cloudways untuk situs web. Basis dari layanan tersebut adalah Digital Ocean, dan ada pilihan Amazon EC2 dan Google Compute Engine. Seperti halnya VPS lain, biaya sewanya terbilang mahal untuk saya. Tapi ada versi trial 14 hari yang bisa kita coba.

Saya kira Cloudways ini seperti VPS biasa yang bisa kita setting sendiri ‘daleman-nya‘. Tapi setelah lihat langsung ke TKP, ternyata itu adalah managed cloud hosting. Dan kemudian saya tahu bahwa itu termasuk layanan Platform as a Service (PaaS). Selain Cloudways, ada lagi Openshift punya Red Hat Enterprise. Saya dapat info dari mas Sucipto di FB. Nah, sebenarnya PaaS itu apa?

Menurut beberapa sumber yang saya dapat (dari googling tentunya [1]), PaaS adalah layanan atau jasa komputasi awan yang sudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan pengembang, dan pengembang tidak perlu mengurusi platform tersebut. Oleh karena itu, developer bisa fokus pada pengembangan dan update aplikasinya.

Karena PaaS yang saya coba tersebut menyediakan platform WordPress, jadi mereka bisa dijadikan hosting untuk website. Dan secara performa atau spek, mereka lebih unggul daripada shared hosting biasa. Mungkin ke depannya shared hosting akan tergantikan oleh PaaS ini ya.

[1] Beberapa sumber:

  1. http://www.interoute.com/what-paas
  2. http://www.infoworld.com/article/2613027/paas/paas-primer–what-is-platform-as-a-service-and-why-does-it-matter-.html
  3. http://www.rackspace.com/knowledge_center/whitepaper/understanding-the-cloud-computing-stack-saas-paas-iaas
  4. http://appsembler.com/blog/paas-bakeoff-comparing-stackato-openshift-dotcloud-and-heroku-for-django-hosting-and-deployment/
  5. http://www.quora.com/What-are-the-differences-between-PaaS-Heroku-OpenShift-etc-and-Middleware-WebSphere-GlassFish-Tomcat-etc