Cantata dan Raspberry Pi: Audio System Racikan Sendiri

Sebelumnya sudah pernah saya poskan tentang Cantata. Jadi, Cantata ini adalah Music Player Daemon (MPD) client, atau mpc versi GUI. MPD nya saya setup di Raspberry Pi yang always on. MPD itu sebenarnya saya setup untuk bel yang sudah diatur waktu play nya menggunakan cron job. Program untuk membunyikan bel tersebut adalah mpc yang memang tool command line untuk MPD.

Nah, daripada cuma digunakan sebagai bel terjadwal, sekalian saja database lagunya saya lengkapi dengan koleksi yang ada. Akhirnya jadilah Raspberry Pi itu sebuah sound system online, atau apalah itu. Selain Cantata, saya juga menggunakan MPDroid di ponsel.

Kali ini saya mau membahas sedikit fitur Cantata seperti yang tampak pada gambar. Seperti yang kita lihat, Cantata mampu menampilkan detil info lagu yang sedang diputar, sekaligus mencarikan lirik lagu jika tersedia.

Selain fitur tersebut, ada lagi fitur koleksi berdasarkan koneksi. Jadi kita bisa mempunyai beberapa koleksi yang berbeda berdasarkan server/ip dari database MPD. Selain itu ada juga fitur scrobbling Last.fm yang akan mengunggah riwayat play lagu-lagu kita ke profil last.fm kita.

Apa yang terjadi setelah 31 Desember?

Sayangnya, setelah 2016/12/31, anda tidak akan dapat lagi menggunakan Whatsapp pada telepon ini.

Hari ini sudah lewat dari tanggal yang dimaksud Whartsapp. Mungkin dihitung berdasarkan waktu Amerika sana, karena di Los Angeles masih belum berganti tahun, saat saya mencoba login ke Whatsapp dengan ponsel ini. Dan saya masih bisa menggunakan layanan tersebut.

* Sebenarnya Los Angeles tidak ada kaitan apa-apa.

Edit: layanan masih akan bisa digunakan sampai 6 bulan ke depan, tepatnya sampai pertengahan tahun 2017. http://m.news.viva.co.id/terkait/870592/5

Menganalisis Penggunaan Hardisk di KDE

Jika di GNOME ada Baobab sebagai penganalisa penggunaan penyimpanan data, di KDE juga ada aplikasi serupa yang bernama Filelight. Fungsi dan interface hampir sama. Seperti ini:

Filelight KDE

Hasil analisis data akan ditampilkan dalam diagram pie bertingkat. Dengan analisis ini kita bisa mengetahui folder mana yang memakan tempat paling banyak.

Sinkronisasi file

Sekarang jamannya cloud. Segala layanan internet sudah menyertakan embel-embel cloud. Termasuk pula penyimpanan file di server, diistilahkan cloud storage, yang bisa juga menjadi sinkronisasi file dan sebagai backup data di cloud.

Ada banyak penyedia layanan penyimpanan data cloud. Yang paling populer sampai saat ini adalah Dropbox.

Yang menjadi permasalahan pada Dropbox adalah soal privasi data, sebagaimana dibocorkan oleh Snowden, mantan anggota NSA.

Karena itulah, bermunculan alternatif Dropbox, baik berupa layanan sejenis dengan enkripsi, maupun aplikasi open source. Salah satu alternatif yang sudah saya coba adalah Syncthing. Syncthing pada dasarnya hanya menyinkronisasi file antar perangkat yang terhubung.

Pada gambar di atas, saya hubungkan dan sinkronkan data antara laptop dengan perangkat Raspberry pi.

Selain Syncthing, ada OwnCloud yang muncul lebih dulu. Dilihat dari fitur-fitur yang ada, mungkin OwnCloud lah yang paling mirip dengan Dropbox.

Selain itu, OwnCload punya integrasi dengan desktop KDE. Saya baru saja mencoba OwnCloud, jadi belum tahu semua fiturnya. Saya sendiri lebih condong ke Syncthing, karena protokol yang digunakan adalah TCP, yang bisa terhubung langsung antar-perangkat. Sedangkan OwnCloud menggunakan HTTP server, yang menurut saya akan membebani server, apalagi jika di dalam server tersebut juga menjadi hosting website.

Jika dilihat penggunaan sumber daya, seperti terlihat pada gambar di atas, Syncthing meninggalkan footprint paling sedikit jika dibandingkan aplikasi klien Dropbox atau OwnCloud.

Cantata memang keren

Di malam pertama Ramadhan ini, saya belum tidur. Lagi senang saja dengan aplikasi MPD client Cantata yang sangat memudahkan streaming konten audio dari penyedia layanan streaming dan online/podcast. MPD-nya saya install di Raspberry Pi yang always on tanpa harus takut tagihan listrik membengkak.

Tampilan Cantata

Photorec is awesome!

Ceritanya teman saya punya kamera DSLR. Saya mau meng-copy foto-foto dan video-videonya yang ukurannya besar-besar. Bahkan ada video yang berukuran 1 GB.

Untuk meng-copy dari SD card, saya harus menggunakan card reader (yang murah saja). Dan kebetulan saya pakai Windows saat mau meng-copy tersebut. Dua faktor itulah yang menyebabkan disaster. (Mungkin) Karena card reader yang murah dan diakses di windows, dan ukuran data yang besar-besar, dan kecepatan transfer data yang kurang cepat, saat saya klik kanan folder yang memuat data-datanya, explorer sempat hang dan ternyata file-file di dalamnya sudah tidak berbentuk lagi, terutama file video. Yang sebelumnya ada belasan hingga dua puluhan video, hanya tersisa dua video utuh. Sisanya adalah file corrupt dengan nama karakter acak yang berukuran 2,5 GB yang tidak bisa dihapus. Jika sudah begitu, cara satu-satunya adalah mem-format SD card tersebut. Tetapi sebelum itu, file foto dan video yang berharga harus diselamatkan dulu dong. Googling sana sini, tidak ada cara yang lebih manjur daripada menggunakan Photorec atau Testdisk. Ya sudah, saya coba dengan sedikit khawatir data tidak kembali dengan utuh. Karena pernah me-recovery data menggunakan software gratis (di windows), yang memakan waktu berjam-jam, tetap saja file-file tidak kembali dengan sempurna. Ya mungkin karena drive sudah ditulisi data lagi sih. Nah, mumpung SD card teman saya ini belum dipakai lagi, dan saya harus bertanggung jawab, langsung saja saya recover. Untuk SD card 32 GB, butuh waktu kurang lebih 4 jam! TETAPI sungguh hasilnya SANGAT memuaskan. bahkan video yang sudah tidak saya lihat keberadaanya bisa direcover dengan sempurna. Bisa dilihat buktinya dari gambar-gambar berikut.

photorec in action

photorec finished recovering

hasil recover photorec

Main Game di Fedora Linux

Siapa bilang Linux gak bisa main game? Itu mah dulu. Sekarang ada Steam yang bisa kita gunakan sebagai aplikasi bantuan untuk main game.

steam

Pilihan game-nya cukup banyak, walaupun untuk OS Linux masih terbatas. Coba dulu yang gratis, kalau ketagihan, beli yang berbayar. Saya coba salah satu yang gratis, game palu arit… 😀 Itu adalah game FPS, seperti Point Blank. Tapi, saya gak bisa mainnya. 😀


Edit: Saya kelupaan tidak menuliskan cara install Steam di Fedora. Jadi, saya mendapatkan Steam dari aplikasi Fedy. Silakan cari tutorial untuk install Fedy pada Fedora.

fedy

Ingin mencoba KDE Plasma terbaru

Belum lama ini, Kubuntu dan Fedora merilis versi terbarunya. Kubuntu merilis versi 15.10 dengan nama kode Willy Werewolf. Sedangkan Fedora merilis versi 23 yang paling mutakhir. Saya pilih Fedora Workstation yang KDE. Keduanya membawakan KDE versi terbaru dengan Plasma 5 yang menghadirkan suasana KDE yang segar. Jadi bingung mau instal yang mana…

Klien Email Geary yang Praktis

Geary Mail Client
Geary Mail Client: kekurangan fitur enkripsi dan dekripsi email

Geary, aplikasi klien email di Linux yang praktis dan bagus. Sangat mudah dalam pengelolaan email dan akun surel. Geary memanfaatkan teknologi IMAP. Dengan tampilan yang minimalis tapi rapi, menjadikan saya suka aplikasi ini. Tetapi ada satu kekurangan yang cukup terasa, yaitu tiadanya fitur ekripsi dan dekripsi email. Pihak pengembang sudah pernah mengumumkan crowdfunding di Indiegogo untuk menggalang dana guna pengembangan sampai tahap enkripsi email. Namun saat itu target dana tidak tercapai dalam waktu yang ditentukan, sehingga sampai saat ini pun, fitur yang sangat dinantikan para penggunanya ini belum terealisasi.