Palentin, Palestin

Aku tak begitu paham apa itu hari palentin. Iya, hari ini banyak yang gembar-gembor soal hari palentin. Saking rapinya aku simpan pemahaman itu, entah di bagian benak yang mana aku letakkan, hingga aku tak bisa memunculkan lagi pemahaman itu. Aku sudah tak peduli dengannya.

Palestin. Sebuah negara Islam yang dizholimi oleh penjajah yang begitu kejinya menganggap dirinya lebih pantas menghuni tanah Palestin. Saudara Muslim dan Muslimah serta anak-anak mereka menderita. Aku di sini tak bisa apa-apa. Kepedulian yang bagaimana yang harus kuberi, aku tak tahu. Suatu hari hatiku terpesona oleh seseorang yang mengucap kata Palestin. Pedulikah ia?