"Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran, dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya."

Sudahkah anda membayar kepada facebook?

Ditulis pada tanggal 28/06/2015

author avatar

Dalam:
Ocehan

Kait kata:
Facebook

Sebagian dari kita pasti pernah atau sudah menggunakan Facebook. Kita menganggap FB itu gratis. Padahal sebenarnya tidak (sepenuhnya) gratis, lebih-lebih setelah mereka menjadi perusahaan terbuka. Bayangkan, pengguna FB sudah milyaran. Server mereka sudah sedemikian besar dan banyak tentunya. Bagaimana mungkin mereka tetap bertahan atau berkembang jika benar-benar gratis?

"Tapi kan kita tidak membayar serupiah pun?", mungkin anda bertanya. Jawabannya, ya karena mereka tidak mau rupiah, tetapi dolar. :D

Facebook yang sekarang, bukan lagi jejaring sosial, melainkan jejaring iklan1. Dan kita bukanlah user mereka, tetapi kita adalah produk mereka yang bisa dengan sesuka hati mereka tawarkan kepada pengiklan dalam bentuk angka (jumlah). Kita menjadi obyek sasaran iklan yang mana iklan-iklan tersebut merupakan sumber pendapatan jutaan dolar mereka.

Pos ini tidak bermaksud untuk menghasut pembaca bahwa iklan di FB itu buruk. Jeleknya dari iklan mereka adalah bahwa FB mengumpulkan informasi detail tentang kesukaan atau minat kita. Kemudian data tersebut digunakan untuk memilih iklan yang sesuai dengan pribadi kita. Yang terakhir ini sebenarnya bagus, karena kita hanya melihat iklan yang mungkin masih relevan dengan kita.

Jadi, sudah paham kan bagaimana kita membayar (budi) kepada facebook? Ya, dengan terus aktif di facebook, sering login, dan sering mengeklik iklan mereka.


  1. https://plus.google.com/+RianYuliantoW/posts/PsvmAKVv84q 

File mentah dari tulisan ini bisa ditemukan di sini