Something evil, sort of eye opener

Tahun baru, ada hal-hal baru.Menjadi bekal untuk mengarungi tahun ini.

Banyak orang membuat resolusi saat pergantian tahun. Entah itu karena kebiasaan atau karena ikut-ikutan biar kekinian. Saya sendiri belum tahu sejarah, asal usul budaya ini. Yang jelas, resolusi tahun ini adalah melanjutkan resolusi tahun lalu. Resolusi saya masih 1366×768. 😀

Kalimat terakhir tadi cuma candaan, tapi beneran. Kembali ke pembahasan awal, ada setidaknya 2 hal baru bagi saya di awal tahun ini. Mereka itulah AMP dan tentang Adblock is evil.

Lagi utak-atik blog ini yang dibangun dengan WordPress, ada satu item menu baru: AMP. Setelah mencari-cari tahu dari empu Google, terjawab sudah, apa itu AMP. Ia adalah Accelerated Mobile Pages, sebuah inisiatif jagat maya yang bertujuan untuk mempercepat loading laman web di perangkat mobile. Website resmi project ada di ampproject.org. Saya belum akan membahasnya lebih lanjut, karena belum PDKT. Langsung saja ke pembahasan kedua.

Di grup Telegram, SinauDev, ada yang melontarkan komentar “adblock is evil”, sebuah ide baru bagi saya. Selama ini saya justru menganggap iklanlah yang evil, muncul di mana-mana, mengganggu pemandangan. Tapi setelah ditelaah dengan hati dan pikiran yang lebih terbuka, memblok iklan agaknya memang jahat juga. Contoh paling gampang adalah Google Adsense. Banyak orang yang menggantungkan harapan mereka padanya. Syirik gak sih? 😀

Nah, jika kita memblok iklan yang tampil, artinya kita memutus rezeki mereka untuk mendapat komisi iklan. Sungguh keji! Oleh karena itu, mulai saat ini saya akan lebih ramah terhadap iklan iklan itu yang saya anggap mengganggu. Sedikit demi sedikit, hingga benar-benar berhenti menggunakan adblock.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *