"Always tell the truth. It's the easiest thing to remember."

Kita terkadang lupa alasannya

author avatar

Hidup ini penuh pilihan, kan? Berkat lika-liku perjalanan hidup kita yang begitu berwarna, kita belajar membuat satu keputusan atas pilihan-pilihan yang ada. Cara kita memilih itu kemudian membentuk pribadi kita dan kita menamainya idealisme.

Banyak sekali idealisme yang masih kupegang, yang alasannya masih kuingat. Tetapi ada beberapa idealisme yang aku lupa alasannya, termasuk mengapa aku memilihmu. 🙊 padahal dengan memilihmu itu, sebagian akan bertentangan dengan idealisme. 

Jika aku mengungkapkannya pada dunia, tak ada seorang pun yang akan mempercayainya, tenang saja. Atau bisa jadi karena mereka tidak peduli dan tidak mau tahu. Mereka hanya akan menganggapnya fiktif atau sekadar bualan. Tetapi kuharap kau mempercayaiku. Karena soal hati, tak ada yang tahu persis kebenarannya. 

Tentu saja aku paham sedari awal, kau pun harus mengetahui siapa diriku sebagai pertimbangan apakah kau juga akan memilihku. Aku sangat bisa menerima apapun penilaianmu. Yang penting aku tidak menampakkan kepura-puraan. Oleh karena itu aku juga tentu sadar diri. Siapa aku, di mana aku berada, mengapa aku ada. Itu pun kau yang akhirnya menyadarkanku dari lelap. Dan kau pun pernah memberikanku keberanian yang belum pernah kupunyai. Dan akhirnya kau pun mengajariku bagaimana melepaskan sebuah harapan.

Sudah kuungkapkan bahwa "subete ga wasurerumonka". All the precious things you've given me, wasurerumonka. It's too invaluable to be forgotten. Jadi, alasan kenapa aku memilihmu sudah kuingat lagi dan akan kuingat selama aku mampu. Itu adalah tentang mimpi. Seandainya mimpimu bisa menjadi mimpiku dan mimpiku juga mimpimu dan semuanya menjadi mimpi kita. Ah, indahnya...

Seperti yang sudah kuungkapkan sebelumnya, kelihatannya kau baik baik saja, jadi kurasa aku tidak perlu kembali mengharapkanmu. Maksudku, pasti ada yang lebih mengharapkanmu daripadaku. Dan dia pasti lebih mampu membawamu menuju kebahagiaan seperti yang kau definisikan. Dan maksudku, pasti kau bahagia karena aku telah melepaskan harapan untuk bisa bersamamu. Aku anggap kau pun berharap agar aku tak terlalu mengharapkanmu. Kau tahu semuanya kan?

Dan yang terpenting, aku tidak ingin lebih buruk daripada keledai. Jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali itu sudah lebih dari cukup sakitanya, walaupun lubangnya tak terlalu dalam dan sakitnya hampir tak terasa. Tak ingin terjadi gagal paham untuk ke sekian kali.

Soal mimpi, biarlah mimpiku kusimpan hingga ada seseorang yang mau mewujudkannya bersama. Dan semoga mimpimu dapat kau wujudkan pula. Dan keberanian yang kau berikan akan kusimpan hingga aku memerlukannya lagi. Semoga bahagiamu bukan kepura-puraan. Hanya itulah yang kutakutkan saat ini. Aku tak ingin kau terluka karenaku. "Aku tak ingin diingat sebagai luka."

Sebelum kuakhiri, mari mengingat kembali kisah ini. Sebuah kisah yang penuh intrik dan drama.

Suatu hari, mungkin kau mendengar bahwa aku menyukai seseorang, seseorang yang sangat dekat denganmu. Padahal orang-orang menganggap itu bualan semata. Tapi kau menganggapnya serius, itu yang masih menjadi pertanyaan buatku bahkan sampai saat ini.

Waktu-waktu selanjutnya, aku hanya mengikuti alur yang kau mau. Kau kemudian sudah bersama orang lain. Tapi tak lama kemudian kau bilang sudah tak bersamanya lagi, dengan alasan yang absurd. Dan kau terus berkoar-koar tentang status. Aku tidak peduli waktu itu. Tapi kebahagiaan karena telah melepaskan harapan atasmu mulai terusik karenanya. Harapan itu muncul kembali. Tapi kau semakin menjauh. Aku tak dapat mencapaimu. Dan berangsur-angsur aku mulai melepaskan harapan itu lagi. Hingga akhirnya aku mempelajari banyak hal. Dan akhirnya aku kembali berdiam diri terpaku, tak tahu arah. Walaupun demikian, duniaku masih tampak berwarna. 

Tetaplah kau bahagia, karena bahagiamu adalah bahagiaku juga. Ku tak mau melihat kau menangis. Maafkan aku jika aku selalu terdiam diam dan tampak dingin. Karena aku harus diam. Itulah caraku menjaga hatimu agar kau tak terluka. Di dalam diam ini aku berdoa untuk kebaikanmu, untuk mimpimu. Aku akan selalu berusaha tersenyum, tertawa untukmu, sambil belajar untuk tersenyum.


P.S. Posting ini ditulis saat perjalanan pulang tadi dan diiringi oleh lagu-lagu romantis Jpop. Jika kau membaca ini, tolong berikode aku. 🙈 Mungkin seharusnya tak perlu kutuliskan semuanya di sini. Namun takkan mampu kuungkapkan semuanya kepadamu, karena kau pun tak memberi kesempatan. That chances I ask you for. See ya. I hope someday I'd find another you.

Ditulis pada 27/01/2017

File mentah dari tulisan ini bisa ditemukan di sini