"People are afraid to pursue their most important dreams, because they feel that they don't deserve them, or that they'll be unable to achieve them."

Cinta Bahasa Jepang

Ditulis pada tanggal 16/03/2017

author avatar

Dalam:
Ocehan

Kait kata:
Cinta Bahasa Jepang

Rasanya saya sudah tidak bersemangat lagi mempelajari bahasa Jepang, sampai terbersit satu pikiran untuk berhenti mempelajarinya saja. Tetapi ia terlalu indah untuk ditinggalkan. :haha:

Dan di saat kebimbangan itu muncul, datanglah sebuah pengingat. Mungkin saya harus terus belajar dan mencintainya. Yang mana pengingat ini sangat bermakna, bagi saya pribadi.

Saya hampir lupa kalau beberapa waktu lalu saya mengikuti tes JLPT level N5 di Jogja. Salah satu penyebabnya adalah karena saya tidak bisa melihat hasil ujian secara online. Password yang didapat saat pendaftaran entah dikirim ke mana, karena saya minta tolong didaftarkan teman saya yang di Jogja sana. Entah email siapa yang didaftarkan, saya tidak ingat. :laughing:

Karena itulah, saya jadi pasrah saja. Memang dengar-dengar dari seorang teman yang pernah ikut ujian itu, hasil resminya akan dikirim via pos pada bulan Maret. Tapi ditunggu-tunggu kok belum datang sebelum hari kemarin.

Dan akhirnya pak pos membawakan kejutan yang indah. :smile:

Ini pengalaman pertama saya ikut ujian JLPT, jadi ini adalah pengalaman yang sangat berkesan. Sebenarnya saya ikut ujian yang levelnya paling rendah, paling mudah. Sekedar untuk mengukur seberapa kemampuan bahasa Jepang yang saya pelajari. Dan walaupun itu adalah ujian level termudah, saya jadi percaya diri untuk belajar bahasa Jepang, lagi. Ganbaranakya, boku wa!

File mentah dari tulisan ini bisa ditemukan di sini