Apa yang anda pikirkan ketika mendengar “jav”?

“jav” sebuah kata asing bagi kita tentunya. Tapi bagi sebagian orang dan sebagian orang lain, dia tidak begitu asing. Saya sebut dua “sebagian”, karena memang kata ini mempunyai dua makna, yang satu berkonotasi negatif, sedangkan lainnya netral. (saya di golongan netral lho)

Golongan pertama

Golongan ini adalah golongan minoritas di masyarakat kita. Biasanya terdiri dari kelompok usia remaja. Ayo jujur saja pada diri pembaca yang [maaf] “piktor” pasti langsung mengarah pada video-video itu. 😀 No offense yah. Saya sih cukup tahu saja.

Golongan kedua

Golongan kedua ini jumlahnya (saya yakin) lebih sedikit daripada golongan pertama. Golongan ini lebih prestisius. Mereka peduli pada kelestarian sebuah budaya. Jadi, “jav” yang dimaksud bukan berkaitan dengan video, tetapi ini adalah kode bahasa untuk bahasa Jawa (Javanese) yang telah ditetapkan oleh ISO. Golongan ini mengakui keberadaan bahasa Jawa di kancah internasional, walaupun sebagian besar dari mereka, saya yakin bukan orang Jawa. Spesifikasinya bisa dibaca di laman wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Javanese_language atau di http://www-01.sil.org/iso639-3/documentation.asp?id=jav

Jadi, anda termasuk golongan mana? 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *