Know your position, it’s better

Nemu kutipan dari grup Telegram SinauDev lagi. Draf tulisan ini dibuat di hari di mana sang bumi mulai berevolusi terhadap sang matahari dari titik awal untuk ke sekian kalinya sejak aku menghirup pekatnya udara dunia ini untuk pertama kalinya. ehm

Untuk mencapai kesadaran itu, diperlukan kesabaran terhadap diri sendiri. Sabar terhadap keras kepalanya sebuah entitas di dalam diri ini hingga ia mau disadarkan atas segala kekhilafan dan kedunguan selama hidupnya. Tak lupa pula, ada sebuah entitas di luar diri yang juga begitu berpengaruh dalam penyadaran itu. Ia disebut cinta. Cinta Tuhan, pasti. Cinta kepada manusia, juga. Cinta dari manusia, apalagi.

Cinta dari keluarga, baik keluarga yang mengasihi dan menyayangiku sejak bayi di dalam sebuah surga kecil yang tak dianggap, maupun keluarga-keluarga yang mengisi masa lalu yang luar biasa, yang tak ternilai kenangan dan pengaruhnya yang diberikan. Juga cinta dari teman-teman di tempat kerja, dan tak ketinggalan cinta dari teman-teman kuliah yang seharusnya akulah yang memberikan cinta kepada mereka. Dan tak lupa terselip sebuah cinta lain di antara mereka. Serta cinta abstrak lainnya yang tak tampak, tetapi bisa dirasakan, bahkan walaupun tak pernah sekalipun bersua.

Ketahuilah kedudukanmu, itu lebih baik

Setidaknya mulai terang, di mana aku berada di dunia ini, dan mau ke mana di masa depan. Menjadikan langkah ini semakin mantap dan pasti. Melewati jalan yang pernah dipilih. Takkan ada penyesalan dan putus asa. Jika pun suatu saat jalan ini begitu berliku, dan bahkan sesat, maka tak ada lagi kebimbangan dan ketakutan. Yang tersisa hanyalah keyakinan untuk terus maju sampai akhir. Terima kasih cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *