Cara Download / Unduh Video Facebook Tanpa IDM

Anda tidak bisa download video Facebook dengan IDM yang ketahuan bajakan? Atau pakai Linux Ubuntu dan lainnya yang tidak punya IDM? Pakailah Savefrom.net helper sebagai gantinya. Layanan yang satu ini sudah sejak lama ada dan masih eksis sampai sekarang. Gunakanlah selama masih ada.

savefrom net helper

Pada gambar di atas, tampak laman unduhan skrip helper di savefrom.net/user.php. Belum lama ini, addon helper pada Chrome atau Chromium tidak bisa lagi dipasang, karena perubahan kebijakan dari Google.

savefrom net helper alternative

Oleh karena itu, kita pakai helper versi userscript, yang bisa dipasang dengan addon Tampermonkey di Chrome, atau Greasemonkey pada Firefox.

savefrom net userscript tampermonkey

savefrom net helper

Savefrom bisa memproses pranala unduhan dari beberapa situs web, termasuk Facebook. Jadi, kita bisa mengunduh foto atau video dari facebook dengan bantuan skrip dari savefrom.net.

savefrom net helper aktif

Skrip savefrom.net helper yang aktif ditandai dengan nomor kecil warna merah pada sudut kanan bawah ikon Tampermonkey.

facebook video self

Jika sudah aktif, skrip helper akan menampilkan ikon unduhan warna hijau seperti pada gambar di atas, ditunjukkan dengan panah kuning.

facebook video

Klik ikon unduhan tersebut, dan pilih opsi yang tersedia. Maka muncul jendela untuk menyimpan video yang akan diunduh.

Saya Ingin Jadi Programmer

Menyelesaikan suatu permasalahan yang sangat sulit dengan cara yang sangat sederhana dan terkesan unik adalah kemampuan individu yang sudah menguasai logika dan algoritma sesuai bidang tersebut…

Saya awali tulisan kali ini dengan sebuah kutipan dari sebuah posting seseorang di blognya 1. Saya mendapatkannya dari forum Ubuntu Indonesia di FB.

Jadi, ada sebuah pertanyaan tentang pentingnya algoritma dan matematika bagi programmer. Pertanyaan semacam ini sudah pernah saya jumpai sebelumnya. Kalau dilihat dari jawaban-jawabannya, hampir semuanya setuju kalau programmer harus menguasai algoritma dan matematika.

Lalu, sebenarnya apa sih algoritma? Saya juga sering kehilangan makna algoritma ketika teman saya yang kuliah elektronika membahas kata ini. Padahal menurut sumber teratas dari google, 2

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.

Cuma itukah? Tampaknya kutipan tersebut sudah menggambarkan dengan jelas apa itu algoritma.  Dan menurut tulisan yang memuatnya, algoritma adalah bagian dari program komputer. Maka benarlah jika dikatakan bahwa programmer harus menguasai algoritma.

Ngomong-ngomong, saya sudah sering bercerita kalau saya sedang belajar pemrograman (otodidak). Dan itu sudah sejak lama. Tapi saya merasa belum ada apa-apanya sampai saat ini. Apalagi, kalau memperhatikan kutipan yang pertama, bahwa ahli algoritma bisa memecahkan masalah yang rumit dengan cara yang sederhana.

Saya mau sedikit bercerita, yang sebenarnya sudah saya simpan sejak lama. Kebetulan saya pernah ikut tes interview sebuah perusahaan startup, jadi junior programmer Python. Salah satu tes keahliannya adalah memecahkan soal yang diberikan, yaitu mencari bilangan terkecil dan terbesar dari suatu matriks, dengan bahasa pemrograman apapun, dalam baris kode dan tempo yang sesingkat-singkatnya. Wah, luar biasa, padahal saya baru bisa echo atau array_merge dalam PHP! Jadi, saya jawab soal tersebut dengan kemampuan seadanya dan dalam kode yang mbleber serta rampung terlama. Dan kalau benar-benar dijadikan file PHP, pasti cuma menghasilkan error. Pengalaman yang sangat berharga. Walaupun saya tidak lolos tes tersebut. Tapi waktu itu saya justru semakin ingin mempelajari Python. Sayangnya tidak sampai lama belajar, sudah berhenti, atau ditunda dulu. Inginnya fokus satu bahasa dulu, entah PHP atau Qt C++. Dan sampai sekarang saya masih menimbang-nimbang mana yang harus didahulukan.

Semoga saja keinginan saya terwujud, entah dalam waktu dekat atau lama.


PaaS itu apa ya?

Kemarin saya bincang-bincang dengan seorang ahli IT (gak usah disebut namanya lah). Saya dapat sebuah info baru yang akhirnya menjadi ilmu baru buat saya. Beliau menawarkan sebuah hosting VPS di Cloudways untuk situs web. Basis dari layanan tersebut adalah Digital Ocean, dan ada pilihan Amazon EC2 dan Google Compute Engine. Seperti halnya VPS lain, biaya sewanya terbilang mahal untuk saya. Tapi ada versi trial 14 hari yang bisa kita coba.

Saya kira Cloudways ini seperti VPS biasa yang bisa kita setting sendiri ‘daleman-nya‘. Tapi setelah lihat langsung ke TKP, ternyata itu adalah managed cloud hosting. Dan kemudian saya tahu bahwa itu termasuk layanan Platform as a Service (PaaS). Selain Cloudways, ada lagi Openshift punya Red Hat Enterprise. Saya dapat info dari mas Sucipto di FB. Nah, sebenarnya PaaS itu apa?

Menurut beberapa sumber yang saya dapat (dari googling tentunya [1]), PaaS adalah layanan atau jasa komputasi awan yang sudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan pengembang, dan pengembang tidak perlu mengurusi platform tersebut. Oleh karena itu, developer bisa fokus pada pengembangan dan update aplikasinya.

Karena PaaS yang saya coba tersebut menyediakan platform WordPress, jadi mereka bisa dijadikan hosting untuk website. Dan secara performa atau spek, mereka lebih unggul daripada shared hosting biasa. Mungkin ke depannya shared hosting akan tergantikan oleh PaaS ini ya.

[1] Beberapa sumber:

  1. http://www.interoute.com/what-paas
  2. http://www.infoworld.com/article/2613027/paas/paas-primer–what-is-platform-as-a-service-and-why-does-it-matter-.html
  3. http://www.rackspace.com/knowledge_center/whitepaper/understanding-the-cloud-computing-stack-saas-paas-iaas
  4. http://appsembler.com/blog/paas-bakeoff-comparing-stackato-openshift-dotcloud-and-heroku-for-django-hosting-and-deployment/
  5. http://www.quora.com/What-are-the-differences-between-PaaS-Heroku-OpenShift-etc-and-Middleware-WebSphere-GlassFish-Tomcat-etc