Sinkronisasi file

Sekarang jamannya cloud. Segala layanan internet sudah menyertakan embel-embel cloud. Termasuk pula penyimpanan file di server, diistilahkan cloud storage, yang bisa juga menjadi sinkronisasi file dan sebagai backup data di cloud.

Ada banyak penyedia layanan penyimpanan data cloud. Yang paling populer sampai saat ini adalah Dropbox.

Yang menjadi permasalahan pada Dropbox adalah soal privasi data, sebagaimana dibocorkan oleh Snowden, mantan anggota NSA.

Karena itulah, bermunculan alternatif Dropbox, baik berupa layanan sejenis dengan enkripsi, maupun aplikasi open source. Salah satu alternatif yang sudah saya coba adalah Syncthing. Syncthing pada dasarnya hanya menyinkronisasi file antar perangkat yang terhubung.

Pada gambar di atas, saya hubungkan dan sinkronkan data antara laptop dengan perangkat Raspberry pi.

Selain Syncthing, ada OwnCloud yang muncul lebih dulu. Dilihat dari fitur-fitur yang ada, mungkin OwnCloud lah yang paling mirip dengan Dropbox.

Selain itu, OwnCload punya integrasi dengan desktop KDE. Saya baru saja mencoba OwnCloud, jadi belum tahu semua fiturnya. Saya sendiri lebih condong ke Syncthing, karena protokol yang digunakan adalah TCP, yang bisa terhubung langsung antar-perangkat. Sedangkan OwnCloud menggunakan HTTP server, yang menurut saya akan membebani server, apalagi jika di dalam server tersebut juga menjadi hosting website.

Jika dilihat penggunaan sumber daya, seperti terlihat pada gambar di atas, Syncthing meninggalkan footprint paling sedikit jika dibandingkan aplikasi klien Dropbox atau OwnCloud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *