"It's the possibility of having a dream come true that makes life interesting."

12/12/2015

Fedora KDE Linux

Akhirnya bisa mencicipi Fedora yang diinstal penuh, bukan live USB. Tapi Ubuntu tidak saya tinggalkan. Yang jelas, I prefer KDE!

Belum lama ini, Kubuntu dan Fedora merilis versi terbarunya. Kubuntu merilis versi 15.10 dengan nama kode Willy Werewolf. Sedangkan Fedora merilis versi 23 yang paling mutakhir. Saya pilih Fedora Workstation yang KDE. Keduanya membawakan KDE versi terbaru dengan Plasma 5 yang menghadirkan suasana KDE yang segar. Jadi bingung mau instal yang mana...

[gallery link="file" columns="2" size="large" ids="252,253,254,255,256,257"]

27/09/2015

Kubuntu Offline Ubuntu

Selamat tinggal

Hal yang sudah lama tertunda ini akhirnya harus saya lepaskan. Pesan dari guru saya, jangan ngoyo, bisa-bisa jadi pikun. Saya tidak ingin ngoyo untuk mempertahankan keinginan itu: membuat ebook tentang instalasi program di Ubuntu secara offline. Dengan perkembangan pengguna Ubuntu sekarang ini, saya merasa yakin untuk menghapus catatan yang sudah menghiasi desktop KDE saya itu sejak lama. Sayounara

01/08/2015

Decrypt Email Geary Ubuntu

Geary Mail Client Geary Mail Client: kekurangan fitur enkripsi dan dekripsi email

Geary, aplikasi klien email di Linux yang praktis dan bagus. Sangat mudah dalam pengelolaan email dan akun surel. Geary memanfaatkan teknologi IMAP. Dengan tampilan yang minimalis tapi rapi, menjadikan saya suka aplikasi ini. Tetapi ada satu kekurangan yang cukup terasa, yaitu tiadanya fitur ekripsi dan dekripsi email. Pihak pengembang sudah pernah mengumumkan crowdfunding di Indiegogo untuk menggalang dana guna pengembangan sampai tahap enkripsi email. Namun saat itu target dana tidak tercapai dalam waktu yang ditentukan, sehingga sampai saat ini pun, fitur yang sangat dinantikan para penggunanya ini belum terealisasi.

19/07/2015

Proxy Ubuntu

Menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu mutlak membutuhkan internet untuk instal aplikasi. Sebelum itu pun kita butuh internet untuk download file ISO sistem operasinya. Besaran file ISO berkisar pada ukuran data 1 GB. Ukuran yang lumayan besar untuk sebagian dari kita.

Dan sebagian dari kita pasti ada yang menggunakan kartu seluler Tri (3) untuk akses internet. Kalau saya sendiri memilihnya karena ada paket kuota internet murah pada jam kalong / tengah malam sampai pukul 06.00. Dan saat ini sedang ada paket sejenis yang waktu pemakaiannya diperpanjang sampai pukul 12 siang.

Paket-paket tersebut sudah cukup memadai dan terjangkau untuk install dan update aplikasi Ubuntu. Tapi tetap saja ada kekurangan yang kita dapat dari paket kuota murah tersebut. Misalnya saja jaringan kurang stabil (di daerah saya); sering mendapat laman error saat browsing (karena squid); nomor IP yang diblokir oleh beberapa situs; dan lain-lainnya.Ada satu keterbatasan lagi yang saya dapat ketika menggunakan jaringan Tri, yaitu tidak bisa unduh dengan zsync. Saya ingin mengunduh ISO Ubuntu, agar lebih hemat, menggunakan zsync yang bisa mengunduh hanya sebagian filenya saja. Jadi, misalnya saya ingin mengunduh ISO Ubuntu versi 14.04.2, sedangkan saya sudah punya versi 14.04.1. Perbedaan nomor versi yang sedikit tersebut tentunya tidak terlalu banyak bedanya juga pada isinya. Zsync akan membandingkan dua file tersebut, dengan file yang saya punya sebagai acuan indeks. Lalu dia akan mengunduh hanya perbedaannya saja dari server. Cukup menghemat bukan?

Tetapi sayangnya ketika saya coba unduh dengan zsync, ternyata tidak bisa. Coba perhatikan gambar berikut.

zsync-proxychains

Saya coba perintah pertama, oke konek, tapi yang diunduh bukan file zsync, melainkan "It works!". Apa itu? Biasanya itu adalah halaman default web server Apache. Dan Tri menggunakannya untuk redirect situs-situs yang diblokir.

Kemudian saya coba lagi perintah yang sama, menjadi tidak konek, atau mungkin koneksi ditolak. Keterangannya "Failed on url blablabla...", padahal ketika saya unduh file zsync dengan browser, dia terunduh. Apa mungkin blokadenya menggunakan filter user-agent browser?

Akhirnya saya berhasil mengunduh dengan zsync menggunakan proxy, dibantu program proxychains. Ya memang pada dasarnya untuk keluar dari blokade, kita perlu proxy. Hal ini juga berlaku pada Tri.

Proxychains

Proxychains merupakan program kecil yang membantu mengalihkan koneksi internet ke proxy. Biasanya dialihkan ke proxy SOCKS5. Sekarang sudah masih banyak blogger yang berbagi proxy tipe ini secara gratis. Sst... biasanya proxy ini digunakan para phreaker untuk internet gratisan. Dan pelengkapnya adalah program Bitvise yang berjalan dengan bantuan Wine, karena sebenarnya itu adalah program untuk Windows. Dan di Linux sendiri ada alternatifnya, yaitu Putty namanya.

[gallery link="none" columns="2" size="medium" ids="212,214"]

Untuk install proxychains, cukup sudo apt-get install proxychains karena sudah ada di repository Ubuntu. Untuk install Putty juga sudo apt-get install putty. Setelah mendapat satu proxy (googling), coba konek dengan putty atau Bitvise. Untuk Putty, pilih bagian Connection > SSH > Tunnel. Lihat seperti gambar berikut. Perhatikan Source port, karena inilah port yang di-listen oleh Putty yang nantinya proxychains menyambung ke port ini.

Putty SSH Tunnel

Setting konfigurasi proxychains ada di file /etc/proxychains.conf.  Edit dengan sudo (akses root), tambahkan/edit baris paling bawah:

socks5  127.0.0.1 1080

Jika tidak ingin mengubah file sistem dengan sudo, saya ada program kecil yang bisa menambah/edit port proxychains. Seperti ini tampilannya:

Editsox

Kode program bisa dilihat di https://github.com/baddwin/linux-proxy-gui. Dan hasil kompilasi bisa diunduh di https://www.dropbox.com/s/tn84g3mvewy631t/Editsox.zip?dl=0. Pastikan librari libqt4-gui dan libqt4-core sudah terinstal di Ubuntu kita.

Jika sudah berhasil konek ke proxy dan menyimpan konfigurasi proxychains, maka kita sudah bisa mem-bypass blokade atas zsync. :D Cukup tambahkan "proxychains" sebelum perintah yang akan kita jalankan, dalam hal ini zsync. Lihat cuplikan layar paling atas.

28/06/2015

Facebook

Sebagian dari kita pasti pernah atau sudah menggunakan Facebook. Kita menganggap FB itu gratis. Padahal sebenarnya tidak (sepenuhnya) gratis, lebih-lebih setelah mereka menjadi perusahaan terbuka. Bayangkan, pengguna FB sudah milyaran. Server mereka sudah sedemikian besar dan banyak tentunya. Bagaimana mungkin mereka tetap bertahan atau berkembang jika benar-benar gratis?

"Tapi kan kita tidak membayar serupiah pun?", mungkin anda bertanya. Jawabannya, ya karena mereka tidak mau rupiah, tetapi dolar. :D

Facebook yang sekarang, bukan lagi jejaring sosial, melainkan jejaring iklan1. Dan kita bukanlah user mereka, tetapi kita adalah produk mereka yang bisa dengan sesuka hati mereka tawarkan kepada pengiklan dalam bentuk angka (jumlah). Kita menjadi obyek sasaran iklan yang mana iklan-iklan tersebut merupakan sumber pendapatan jutaan dolar mereka.

Pos ini tidak bermaksud untuk menghasut pembaca bahwa iklan di FB itu buruk. Jeleknya dari iklan mereka adalah bahwa FB mengumpulkan informasi detail tentang kesukaan atau minat kita. Kemudian data tersebut digunakan untuk memilih iklan yang sesuai dengan pribadi kita. Yang terakhir ini sebenarnya bagus, karena kita hanya melihat iklan yang mungkin masih relevan dengan kita.

Jadi, sudah paham kan bagaimana kita membayar (budi) kepada facebook? Ya, dengan terus aktif di facebook, sering login, dan sering mengeklik iklan mereka.


  1. https://plus.google.com/+RianYuliantoW/posts/PsvmAKVv84q 

Maaf, pos ini cuma mau nyepam sedikit. Tadi baru lihat ada fitur baru di FB, ada public key segala. Saya kira mungkin bisa login ke sistem mereka dengan SSH. :D

Ternyata gunanya untuk men-decrypt surel pemberitahuan yang dikirimkan ke alamat surel kita. Yah lumayan lah, dicoba saja, buat kerjaan Enigmail di Thunderbird daripada nganggur.

[gallery ids="105,104"]