"Mata mereka silau melihat kejahatan dan dosa-dosa mereka sendiri. Mereka lebih suka menyembunyikannya dan tak melihatnya. Tak mengingatnya dan tak membukanya. Jangankan membukanya kepada orang lain, kepada diri sendiri pun, masing-masing enggan dan tak hendak mengakuinya."

Seperti awal tahun sebelumnya, saya lebih memilih di rumah saja daripada hujan-hujanan di luar. You know what I mean. :D

Nah, seperti tahun lalu juga, saya mau mengulas film Kimi no Na wa, sebuah film anime Jepang yang sangat populer saat ini. Film ini tayang di jaringan bioskop CGV Blitz. Tapi saya tidak nonton sih. :D Bioskop CGV Blitz terdekat ada di Jogja bro! Gak sempat ke sana (lagi). Kemarin pas ke sana tanggal 4 Desember, belum tayang. Soalnya Indonesia dapat jatah tayang tanggal 7 Desember.

Promo Kimi no Na wa

Daripada penasaran, baca sajalah ulasan filmnya. Sudah ada di Wikipedia! Ini cuplikannya:

Mitsuha Miyamizu, seorang siswi sekolah menengah atas yang tinggal di desa Itomori, mulai bosan dengan kehidupannya di pedesaan tempat dia lahir dan berharap dapat terlahir menjadi pemuda tampan yang hidup di Tokyo pada kehidupan selanjutnya. Kemudian, Taki Tachibana, seorang siswa sekolah menengah atas yang tinggal di Tokyo, terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dirinya adalah Mitsuha, yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam tubuh Taki.

Selengkapnya di https://id.wikipedia.org/wiki/Kimi_no_Na_wa.

Film ini pertama kali diputar di konvensi Anime Expo 2016 di Los Angeles, California pada 3 Juli 2016, dan kemudian dirilis di bioskop-bioskop di Jepang pada 26 Agustus 2016. Film ini dijadwalkan untuk dirilis di 92 negara, termasuk di Indonesia. Untuk dapat ikut serta dalam Oscar, film ini dirilis selama sepekan (2-8 Desember 2016) di Los Angeles. Pada tahun 2017, film ini akan mendapatkan rilis yang lebih luas di berbagai bioskop di negara bagian Amerika Serikat yang lainnya.1

Ulasan lainnya bisa dibaca di:

1. <https://istorialina.wordpress.com/2016/12/30/movie-review-kimi-no-na-wa-your-name/>
2. <https://myanimelist.net/anime/32281/Kimi_no_Na_wa/reviews>
3. <https://www.rottentomatoes.com/m/your_name_2016/>
4. <http://www.imdb.com/title/tt5311514/>

Melihat nilai review yang bagus, tak heran jika film ini sangat populer. Tetapi yang unik, sang sutradara malah berharap agar para fans untuk tidak menontonnya lagi2. :o


  1. Wikipedia  

  2. https://japanesestation.com/makoto-shinkai-minta-fans-berhenti-menonton-kimi-no-na-wa/ 

01/01/2017

Fedora KDE Virtualbox

Fedora 25 sudah rilis cukup lama, tetapi saya yang biasanya tergoda untuk mencoba versi terbaru, kali ini tetap teguh pada Fedora 24 KDE. Bukan karena tidak ada waktu atau malas, tetapi ada hal lain yang menjadi sebabnya. Daripada penasaran, saya coba dulu di Virtualbox, dan seperti inilah fitur-fitur Fedora 25 KDE, yang membawakan Plasma versi terbaru dengan integrasi PIM kalender yang dinanti-nantikan oleh fans KDE.

[gallery columns="2" link="file" size="medium" ids="1131,1132,1133,1134,1135,1136"]

01/01/2017

Git Laravel

Kita terlalu sibuk mencari persamaan antara kita, sehingga lupa dengan berbagai perbedaan yang memisahkan kita. :D Jangan baper, tolong. Saya punya dua project Laravel, sama-sama Laravel 5.3 dan di-track dengan Git, bedanya yang satu merupakan update dari 5.2 dan yang satunya lagi dibuat langsung versi 5.3. Daripada mempertahankan dua repositori Git terpisah, saya putuskan untuk menyatukan mereka. Karena versinya sama, saya anggap tak akan ada banyak kendala saat menyatukan. Tetapi ternyata ada beberapa perbedaan (diff) yang membuat konflik. Langkah-langkah menyatukan dua repo itu saya dapatkan dari Stackoverflow1.

    # in proj2:
    git remote add proj1 path/to/proj1
    git fetch proj1
    git merge proj1/master # or whichever branch you want to merge

Pada perintah terakhir di atas, terjadilah konflik tadi. Untungnya, ada git mergetool yang memanfaatkan Meld untuk melihat perbedaan dua file dengan cepat dan intuitif. Alhasil, perpaduan dua repo Git berlangsung lebih cepat dan efisien, tanpa me-resolve konflik secara manual. [] (http://blog.badwi.my.id/wp-content/uploads/2017/01/Screenshot_20170102_063209.png)


  1. (http://stackoverflow.com/q/2949738

01/01/2017

Whatsapp

Sayangnya, setelah 2016/12/31, anda tidak akan dapat lagi menggunakan Whatsapp pada telepon ini.

Hari ini (saat saya tulis post ini) sudah lewat dari tanggal yang dimaksud Whatsapp. Mungkin dihitung berdasarkan waktu Amerika sana, karena di Los Angeles1 masih belum berganti tahun, saat saya mencoba login ke Whatsapp dengan ponsel ini. Dan saya masih bisa menggunakan layanan tersebut.

Edit: layanan masih akan bisa digunakan sampai 6 bulan ke depan, tepatnya sampai pertengahan tahun 2017. http://m.news.viva.co.id/terkait/870592/5


  1. Sebenarnya Los Angeles tidak ada kaitan apa-apa. 

31/12/2016

Indonesia

Belakangan ini saya jadi senang makan kerupuk dan mie instan (lagi). Soalnya sempat selang beberapa waktu saya sangat menghindari mie instan dan tidak begitu tertarik dengan kerupuk. Entah apa sebabnya, atau mungkin saya sudah mulai melupakan alasannya. :D

Makan dua makanan ini rasanya saya menjadi manusia Indonesia sejati. :D Kan mereka itu makanan kesukaan rakyat Indonesia, terutama (maaf) rakyat jelata. Mungkin sebelum ini saya termasuk rakyat jelata  yang tak tahu diri ya. Sampai-sampai melupakan dan mengabaikan para makanan ini.

Oke, dengan semangat Indonesia Raya, saya sambut dua ribu tujuh belas! :)

30/12/2016

KDE

Jika di GNOME ada Baobab sebagai penganalisa penggunaan penyimpanan data, di KDE juga ada aplikasi serupa yang bernama Filelight. Fungsi dan interface hampir sama. Seperti ini:

Filelight KDE

Hasil analisis data akan ditampilkan dalam diagram pie bertingkat. Dengan analisis ini kita bisa mengetahui folder mana yang memakan tempat paling banyak.

23/12/2016

Facebook

Akhirnya upaya saya untuk unplugged dari FB berhasil. Sepertinya demikian. Saya mungkin termasuk yang terlalu nyaman di FB sehingga susah logout. Seperti yang dituliskan oleh pak O. Solihin dalam bukunya, Sosmed addict, dan telah saya ulas di Goodreads,

Sosmed Addict, Kecanduan yang Tak perluSosmed Addict, Kecanduan yang Tak perlu by O. Solihin My rating: 5 of 5 stars

Buku yang keren. Manual book wajib untuk remaja yang terpaksa terjun ke dunia sosmed karena ingin eksis bersama teman-teman sejawat. Ya walaupun saya sudah tidak remaja, tak apa dong baca buku "for teen" ini. Hitung-hitung sebagai pengingat bagi saya yang kadang-kadang lupa batasan dunia medsos. Salut buat pak O Solihin yang terus peduli kepada para remaja. Buku yang recommended banget pokoknya.

View all my reviews


Salah satu babnya berjudul, Sekali login, susah logout. Dalam beberapa hal, memang FB bikin kecanduan. Sekali login, rasanya gak mau logout. Di timeline, ada saja posting-posting yang membuat kita kepo.

Nah, beberapa hari ini, saya tidak bisa login. Rasanya tuh kaya ada manis-manisnya. :D

Kebetulan, --memang disengaja-- saya set pengamanan dua langkah facebook dengan kode autentikator Google yang bisa juga dibuat menggunakan aplikasi facebook di ponsel pintar, atau dikirim via SMS. Nah, karena saya tidak suka aplikasinya, saya lebih memilih SMS. Sekalian biar hape gak sepi, sekali-kali biar ada yang ngirim SMS. :D (jones mode on)

Nah, masalahnya, dan untungnya, SMS yang dikirimkan facebook yang seharusnya mengandung kode masuk, malah "kosong blong". Semoga langgeng. :D (Edit: sekarang malah nomor penerima SMS itu sudah hangus, lupa tidak diisi pulsa dan lewat masa tenggang)