"Be yourself; everyone else is already taken."

17/01/2017

Kontemplasi

Kita punya dua mata, tapi hanya bisa fokus pada satu objek. Kita juga punya mata hati, tapi tak banyak dari kita yang bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Hanya yang hatinya bersihlah yang bisa.

Sebenarnya hal itu sudah saya sadari sejak lama. Saya diam saja karena gak ada yang tanya. Hehe... siapa pula yang mau nanya.

Artinya bahwa kita, manusia (ya, saya juga manusia ngomong-ngomong), ada keterbatasan. Kita hanya bisa menilai segala sesuatu dari yang tampak, tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik semua itu. Seperti misalnya ramai tentang berita hoax beberapa waktu lalu.

Tetapi selain karena keterbatasan secara fitrah, ada faktor lain dari kita sendiri yang menghalangi kita untuk memahami. Yaitu kebencian dan keras hati.

Seberapapun nyatanya fakta yang terjadi, jika hati kita dipenuhi kebencian, kebenaran apapun yang sampai pada kita tak akan menggoyahkan kekerasan hati kita untuk menolak mempercayainya. Pernah merasakannya?

Selain itu, ada pula kasus yang mana kita enggan untuk menerima klarifikasi atau pencerahan atas apa yang terjadi, dikarenakan kekerasan hati tadi. Kita tetap kukuh pada argumen pribadi kita walaupun kita sadar bahwa terkadang itu hanyalah nafsu berbalut egoisme.

Salam ikhlas! Mari benahi hati, sucikan fikiran. Demi kemashlahatan bersama.

13/01/2017

Cantata Raspberry Pi

Sebelumnya sudah pernah saya poskan tentang Cantata. Jadi, Cantata ini adalah Music Player Daemon (MPD) client, atau mpc versi GUI. MPD nya saya setup di Raspberry Pi yang always on. MPD itu sebenarnya saya setup untuk bel yang sudah diatur waktu play nya menggunakan cron job. Program untuk membunyikan bel tersebut adalah mpc yang memang tool command line untuk MPD.

Nah, daripada cuma digunakan sebagai bel terjadwal, sekalian saja database lagunya saya lengkapi dengan koleksi yang ada. Akhirnya jadilah Raspberry Pi itu sebuah sound system online, atau apalah itu. Selain Cantata, saya juga menggunakan MPDroid di ponsel.

Kali ini saya mau membahas sedikit fitur Cantata seperti yang tampak pada gambar. Seperti yang kita lihat, Cantata mampu menampilkan detil info lagu yang sedang diputar, sekaligus mencarikan lirik lagu jika tersedia.

Selain fitur tersebut, ada lagi fitur koleksi berdasarkan koneksi. Jadi kita bisa mempunyai beberapa koleksi yang berbeda berdasarkan server/ip dari database MPD. Selain itu ada juga fitur scrobbling Last.fm yang akan mengunggah riwayat play lagu-lagu kita ke profil last.fm kita.

12/01/2017

Git

$ git push origin master error: src refspec master matches more than one. error: failed to push some refs to 'ssh://[email protected]/srv/git/repo'

Project git saya punya satu tag dengan nama 'master'. Niatnya sih buat patokan bahwa commit tersebut bisa dijadikan acuan dasar project. Tetapi ternyata nama itu memunculkan sedikit permasalahan saat hendak push ke origin/master. Terjadi error seperti kutipan di atas, dan cara menanggulanginya adalah dengan menghapus tag tersebut. Seperti dijelaskan oleh sumber tulisan berikut.

Sumber: Refspec matches more than one | Jason Meridth Blog

11/01/2017

Jerman

Agaknya sekarang saya tahu kenapa saya masih saja cinta dengan bahasa Jerman (Deutsch). Barusan (tidak sengaja) lihat nilai ujian di fotokopian ijasah SMA, ternyata nilai terbesar saya adalah bahasa Jerman. :D Luar biasa!

Jadi, di dalam alam bawah sadar, nilai tersebut menjadi semacam pemacu dan pemicu semangat untuk terus mempelajarinya. Walaupun alam atas sadar tidak mempedulikannya, dan mengabaikannya sampai-sampai melupakannya, tetapi cinta itu masih berbekas jauh di dalam lubuk hati yang dalam.

Jadi, memang sama sekali bukan karena bahasa Perancis yang tiba-tiba menginvasi. Bukan karenanya aku terpacu untuk bersaing mempelajari bahasa Jerman. Karena dia tidak ingin kujadikan saingan. Sebenarnya. 🙊

10/01/2017

Adsense AMP Google

Tahun baru, ada hal-hal baru.Menjadi bekal untuk mengarungi tahun ini.

Banyak orang membuat resolusi saat pergantian tahun. Entah itu karena kebiasaan atau karena ikut-ikutan biar kekinian. Saya sendiri belum tahu sejarah, asal usul budaya ini. Yang jelas, resolusi tahun ini adalah melanjutkan resolusi tahun lalu. Resolusi saya masih 1366x768. :D

Kalimat terakhir tadi cuma candaan, tapi beneran. Kembali ke pembahasan awal, ada setidaknya 2 hal baru bagi saya di awal tahun ini. Mereka itulah AMP dan tentang Adblock is evil.

Lagi utak-atik blog ini yang dibangun dengan Wordpress, ada satu item menu baru: AMP. Setelah mencari-cari tahu dari empu Google, terjawab sudah, apa itu AMP. Ia adalah Accelerated Mobile Pages, sebuah inisiatif jagat maya yang bertujuan untuk mempercepat loading laman web di perangkat mobile. Website resmi project ada di ampproject.org. Saya belum akan membahasnya lebih lanjut, karena belum PDKT. Langsung saja ke pembahasan kedua.

Di grup Telegram, SinauDev, ada yang melontarkan komentar "adblock is evil", sebuah ide baru bagi saya. Selama ini saya justru menganggap iklanlah yang evil, muncul di mana-mana, mengganggu pemandangan. Tapi setelah ditelaah dengan hati dan pikiran yang lebih terbuka, memblok iklan agaknya memang jahat juga. Contoh paling gampang adalah Google Adsense. Banyak orang yang menggantungkan harapan mereka padanya. Syirik gak sih? :D

Nah, jika kita memblok iklan yang tampil, artinya kita memutus rezeki mereka untuk mendapat komisi iklan. Sungguh keji! Oleh karena itu, mulai saat ini saya akan lebih ramah terhadap iklan iklan itu yang saya anggap mengganggu. Sedikit demi sedikit, hingga benar-benar berhenti menggunakan adblock.

Tonton deh video berikut ini, yang jadi video yang disarankan Youtube hari ini. Sebuah cuplikan dari franchise acara pencarian bakat ternama. Acara ini dari negara Swiss. Menonton video ini bisa sambil belajar bahasa Jerman, walaupun Jerman-Swiss. Tapi tanpa subtitle pun kita akan paham moral dari video ini: orang-orang tidak akan mempedulikan usaha kerasmu jika membuat mereka menunggu [sedikit] terlalu lama, betapa pun kau mengerahkan usaha terbaik, walaupun kau mencurahkan segenap hatimu.

https://youtu.be/MSj2AOpz_RU

05/01/2017

EFaktur Linux

Sekali lagi, tolong jangan baper. Penulis bukan anak abege yang lagi galau. Secara umur yang sudah cukup... ehm. Apatah lagi yang bisa saya share kalau bukan soal dunia perkomputeran.

Jadi, ini ceritanya kan saya pakai laptop inventaris perusahaan, saya install dual boot Windows dan Fedora. Karena saya sedang nyaman sekali pakai Fedora, dan sesekali ada kebutuhan membuat faktur pajak menggunakan aplikasi E-Faktur, saya pikir akan tidak efektif jika saya harus restart laptop hanya untuk berpindah Windows untuk membuka aplikasi E-Faktur tersebut.

Daripada itu, lebih baik saya install saja versi Linux dari EFaktur. Seharusnya sudah sejak lama, tapi takutnya databasenya tidak bisa sinkron, saya urungkan niat itu. Lebih-lebih konsultan di KPP menyarankan agar fokus di satu OS, biar gak repot.

Tetapi, sekarang sudah 2017, saya sudah siap repot. :D Dan ternyata database aplikasi bisa disinkronkan, walaupun secara manual. Jadi, sekarang sudah mantap untuk move on dari Windows. Dalam hal ini untuk penggunaan aplikasi E-Faktur saja. Jadi, tidak perlu restart laptop hanya untuk membuat satu faktur pajak.

efaktur linux