"manusia yang malang di dunia ini bukan mereka yg tidak memiliki uang, melainkan mereka yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya"

13/01/2017

Cantata Raspberry Pi

Sebelumnya sudah pernah saya poskan tentang Cantata. Jadi, Cantata ini adalah Music Player Daemon (MPD) client, atau mpc versi GUI. MPD nya saya setup di Raspberry Pi yang always on. MPD itu sebenarnya saya setup untuk bel yang sudah diatur waktu play nya menggunakan cron job. Program untuk membunyikan bel tersebut adalah mpc yang memang tool command line untuk MPD.

Nah, daripada cuma digunakan sebagai bel terjadwal, sekalian saja database lagunya saya lengkapi dengan koleksi yang ada. Akhirnya jadilah Raspberry Pi itu sebuah sound system online, atau apalah itu. Selain Cantata, saya juga menggunakan MPDroid di ponsel.

Kali ini saya mau membahas sedikit fitur Cantata seperti yang tampak pada gambar. Seperti yang kita lihat, Cantata mampu menampilkan detil info lagu yang sedang diputar, sekaligus mencarikan lirik lagu jika tersedia.

Selain fitur tersebut, ada lagi fitur koleksi berdasarkan koneksi. Jadi kita bisa mempunyai beberapa koleksi yang berbeda berdasarkan server/ip dari database MPD. Selain itu ada juga fitur scrobbling Last.fm yang akan mengunggah riwayat play lagu-lagu kita ke profil last.fm kita.

12/01/2017

Git

$ git push origin master error: src refspec master matches more than one. error: failed to push some refs to 'ssh://[email protected]/srv/git/repo'

Project git saya punya satu tag dengan nama 'master'. Niatnya sih buat patokan bahwa commit tersebut bisa dijadikan acuan dasar project. Tetapi ternyata nama itu memunculkan sedikit permasalahan saat hendak push ke origin/master. Terjadi error seperti kutipan di atas, dan cara menanggulanginya adalah dengan menghapus tag tersebut. Seperti dijelaskan oleh sumber tulisan berikut.

Sumber: Refspec matches more than one | Jason Meridth Blog

11/01/2017

Jerman

Agaknya sekarang saya tahu kenapa saya masih saja cinta dengan bahasa Jerman (Deutsch). Barusan (tidak sengaja) lihat nilai ujian di fotokopian ijasah SMA, ternyata nilai terbesar saya adalah bahasa Jerman. :D Luar biasa!

Jadi, di dalam alam bawah sadar, nilai tersebut menjadi semacam pemacu dan pemicu semangat untuk terus mempelajarinya. Walaupun alam atas sadar tidak mempedulikannya, dan mengabaikannya sampai-sampai melupakannya, tetapi cinta itu masih berbekas jauh di dalam lubuk hati yang dalam.

Jadi, memang sama sekali bukan karena bahasa Perancis yang tiba-tiba menginvasi. Bukan karenanya aku terpacu untuk bersaing mempelajari bahasa Jerman. Karena dia tidak ingin kujadikan saingan. Sebenarnya. 🙊

10/01/2017

Adsense AMP Google

Tahun baru, ada hal-hal baru.Menjadi bekal untuk mengarungi tahun ini.

Banyak orang membuat resolusi saat pergantian tahun. Entah itu karena kebiasaan atau karena ikut-ikutan biar kekinian. Saya sendiri belum tahu sejarah, asal usul budaya ini. Yang jelas, resolusi tahun ini adalah melanjutkan resolusi tahun lalu. Resolusi saya masih 1366x768. :D

Kalimat terakhir tadi cuma candaan, tapi beneran. Kembali ke pembahasan awal, ada setidaknya 2 hal baru bagi saya di awal tahun ini. Mereka itulah AMP dan tentang Adblock is evil.

Lagi utak-atik blog ini yang dibangun dengan Wordpress, ada satu item menu baru: AMP. Setelah mencari-cari tahu dari empu Google, terjawab sudah, apa itu AMP. Ia adalah Accelerated Mobile Pages, sebuah inisiatif jagat maya yang bertujuan untuk mempercepat loading laman web di perangkat mobile. Website resmi project ada di ampproject.org. Saya belum akan membahasnya lebih lanjut, karena belum PDKT. Langsung saja ke pembahasan kedua.

Di grup Telegram, SinauDev, ada yang melontarkan komentar "adblock is evil", sebuah ide baru bagi saya. Selama ini saya justru menganggap iklanlah yang evil, muncul di mana-mana, mengganggu pemandangan. Tapi setelah ditelaah dengan hati dan pikiran yang lebih terbuka, memblok iklan agaknya memang jahat juga. Contoh paling gampang adalah Google Adsense. Banyak orang yang menggantungkan harapan mereka padanya. Syirik gak sih? :D

Nah, jika kita memblok iklan yang tampil, artinya kita memutus rezeki mereka untuk mendapat komisi iklan. Sungguh keji! Oleh karena itu, mulai saat ini saya akan lebih ramah terhadap iklan iklan itu yang saya anggap mengganggu. Sedikit demi sedikit, hingga benar-benar berhenti menggunakan adblock.

Tonton deh video berikut ini, yang jadi video yang disarankan Youtube hari ini. Sebuah cuplikan dari franchise acara pencarian bakat ternama. Acara ini dari negara Swiss. Menonton video ini bisa sambil belajar bahasa Jerman, walaupun Jerman-Swiss. Tapi tanpa subtitle pun kita akan paham moral dari video ini: orang-orang tidak akan mempedulikan usaha kerasmu jika membuat mereka menunggu [sedikit] terlalu lama, betapa pun kau mengerahkan usaha terbaik, walaupun kau mencurahkan segenap hatimu.

https://youtu.be/MSj2AOpz_RU

05/01/2017

EFaktur Linux

Sekali lagi, tolong jangan baper. Penulis bukan anak abege yang lagi galau. Secara umur yang sudah cukup... ehm. Apatah lagi yang bisa saya share kalau bukan soal dunia perkomputeran.

Jadi, ini ceritanya kan saya pakai laptop inventaris perusahaan, saya install dual boot Windows dan Fedora. Karena saya sedang nyaman sekali pakai Fedora, dan sesekali ada kebutuhan membuat faktur pajak menggunakan aplikasi E-Faktur, saya pikir akan tidak efektif jika saya harus restart laptop hanya untuk berpindah Windows untuk membuka aplikasi E-Faktur tersebut.

Daripada itu, lebih baik saya install saja versi Linux dari EFaktur. Seharusnya sudah sejak lama, tapi takutnya databasenya tidak bisa sinkron, saya urungkan niat itu. Lebih-lebih konsultan di KPP menyarankan agar fokus di satu OS, biar gak repot.

Tetapi, sekarang sudah 2017, saya sudah siap repot. :D Dan ternyata database aplikasi bisa disinkronkan, walaupun secara manual. Jadi, sekarang sudah mantap untuk move on dari Windows. Dalam hal ini untuk penggunaan aplikasi E-Faktur saja. Jadi, tidak perlu restart laptop hanya untuk membuat satu faktur pajak.

efaktur linux

Seperti awal tahun sebelumnya, saya lebih memilih di rumah saja daripada hujan-hujanan di luar. You know what I mean. :D

Nah, seperti tahun lalu juga, saya mau mengulas film Kimi no Na wa, sebuah film anime Jepang yang sangat populer saat ini. Film ini tayang di jaringan bioskop CGV Blitz. Tapi saya tidak nonton sih. :D Bioskop CGV Blitz terdekat ada di Jogja bro! Gak sempat ke sana (lagi). Kemarin pas ke sana tanggal 4 Desember, belum tayang. Soalnya Indonesia dapat jatah tayang tanggal 7 Desember.

Promo Kimi no Na wa

Daripada penasaran, baca sajalah ulasan filmnya. Sudah ada di Wikipedia! Ini cuplikannya:

Mitsuha Miyamizu, seorang siswi sekolah menengah atas yang tinggal di desa Itomori, mulai bosan dengan kehidupannya di pedesaan tempat dia lahir dan berharap dapat terlahir menjadi pemuda tampan yang hidup di Tokyo pada kehidupan selanjutnya. Kemudian, Taki Tachibana, seorang siswa sekolah menengah atas yang tinggal di Tokyo, terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dirinya adalah Mitsuha, yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam tubuh Taki.

Selengkapnya di https://id.wikipedia.org/wiki/Kimi_no_Na_wa.

Film ini pertama kali diputar di konvensi Anime Expo 2016 di Los Angeles, California pada 3 Juli 2016, dan kemudian dirilis di bioskop-bioskop di Jepang pada 26 Agustus 2016. Film ini dijadwalkan untuk dirilis di 92 negara, termasuk di Indonesia. Untuk dapat ikut serta dalam Oscar, film ini dirilis selama sepekan (2-8 Desember 2016) di Los Angeles. Pada tahun 2017, film ini akan mendapatkan rilis yang lebih luas di berbagai bioskop di negara bagian Amerika Serikat yang lainnya.1

Ulasan lainnya bisa dibaca di:

1. <https://istorialina.wordpress.com/2016/12/30/movie-review-kimi-no-na-wa-your-name/>
2. <https://myanimelist.net/anime/32281/Kimi_no_Na_wa/reviews>
3. <https://www.rottentomatoes.com/m/your_name_2016/>
4. <http://www.imdb.com/title/tt5311514/>

Melihat nilai review yang bagus, tak heran jika film ini sangat populer. Tetapi yang unik, sang sutradara malah berharap agar para fans untuk tidak menontonnya lagi2. :o


  1. Wikipedia  

  2. https://japanesestation.com/makoto-shinkai-minta-fans-berhenti-menonton-kimi-no-na-wa/