"People are afraid to pursue their most important dreams, because they feel that they don't deserve them, or that they'll be unable to achieve them."

01/02/2017

Jomblo Nikah Pacaran

Nah kan? Karena hanya menganggapnya sarkasme, saya tidak mementingkan makna jomblo dan idealisme! Alhasil, gagal paham, tapi terus saja berkoar-koar, kosong tak berbobot.

Nemu tulisan di http://derfafu.blogspot.co.id/2015/09/jomblo-itu-idealisme.html tentang jomblo itu idealisme. Ternyata saya belum memahami arti dari jomblo yang sebenarnya, karena seperti yang disampaikan tulisan tersebut, kata jomblo tidak terdapat dalam KBBI. (Yang ada 'jomlo'). "Mengerti, tapi tidak memahami."

Menurut tulisan tersebut, makna jomblo lebih menyempit daripada yang selama ini saya yakini. Menurutnya, jomblo berkaitan dengan pacaran. Jadi, status jomblo terjadi karena tidak pacaran. Sedangkan menurut saya, tidak hanya pacaran, status jomblo bisa terjadi karena belum menikah. Jadi, perbedaannya adalah pacaran dan menikah. Cukup jelas.

Perbedaan itu, jika kita asumsikan bahwa sebagian orang menganut paham pacaran, dan sebagian lainnya menganut paham nikah, maka sudah jelas idealisme yang dianut juga. Berarti sudah jelas di mana idealisme saya. Idealisme yang hampir saja runtuh karena sebuah kebodohan. Tetapi Tuhan masih menyelamatkanku.

29/01/2017

Film Mimpi Ulasan

Rehat sejenak dari kegalauan karena cinta 😂😆, kali ini saya akan mengulas film lagi. Barusan nonton premiers Zootopia di Fox Movies. Sebuah film animasi disney lainnya yang berkualitas. Sudah tayang di bioskop di awal tahun 2016 kemarin. Mendapatkan banyak penghargaan dan masuk dalam banyak nominasi.

Zootopia bercerita tentang Judy Hopps, gadis desa yang bercita-cita menjadi polisi di kota besar Zootopia. Dengan perjuangan yang keras, akhirnya Judy bisa meraih cita-citanya tersebut. Tetapi ceritanya tidak hanya sampai di situ. Itu baru awalnya saja.

Utopia

Kota Zootopia, namanya mengandung unsur bunyi "utopia", sebuah istilah untuk menggambarkan satu peradaban civil society (masyarakat madani) yang begitu sempurna, dan hampir tak mungkin ada. Kota ini berpenduduk macam-macam jenis hewan mamalia, baik yang kecil maupun yang besar. Mulai dari tikus sampai gajah, domba sampai singa. Semuanya hidup rukun dan damai tanpa mempermasalahkan siapa pemangsa dan siapa mangsa.

Di awal karir Judy menjadi polisi, ia hanya mendapatkan tugas sebagai juru tilang. Padahal teman-temannya ditugaskan untuk menangani kasus-kasus hewan yang hilang. Ia jadi sedikit frustrasi karena itu bukan tugas yang ia bayangkan sejak kecil. Ia ingin membantu menciptakan dunia yang aman dan damai. Sedikit banyak semangatnya ini dipicu oleh masa kecilnya yang sering dibully.

Suatu hari, ia melihat sesosok rubah yang mencurigakan. Kemudian ia mengawasinya dan mengikutinya masuk ke sebuah toko es loli. Ternyata rubah itu ingin membelikan es Loly untuk anaknya yang ulang tahun, tetapi pemilik Toko, seekor Gajah menolak melayaninya. Melihat ketidakadilan itu, Judy langsung bertindak. Ia memaksa pemilik toko untuk menjual es tersebut kepada rubah dan ia juga membayarkan untuk rubah karena tidak membawa uang.

Selang beberapa waktu, ia melihat anak rubah di pinggir jalan. Saat ingin menghampiri untuk menyapa, si anak Rubah dan rubah itu ternyata sedang mencairkan es Roli jumbo tadi. Kemudian mereka mengangkutnya menuju ke suatu tempat. Judy pun mengikutinya, dan ternyata mereka pergi ke Tundra Town. Di sana mereka mencetak es loli yang cair itu menjadi es popsicle. Setelah itu mereka menjual lagi ke hewan kecil-kecil entah apa itu dan lucunya mereka mengumpulkan sisa-sisa stik es itu untuk dijual ke kontraktor bangunan tikus. Kemudian Judy yang merasa ditipu langsung mencegat rubah itu yang bernama Nick Wilde. Tetapi judi tidak punya bukti yang kuat untuk menangkap Nick. Akhirnya Nick lolos saat itu.

Suatu hari lainnya, ada perampokan di sebuah toko dekat Judy bertugas, dan ia langsung bertindak mengejar perampok itu dan akhirnya tertangkap. Mengetahui hal itu, atasannya marah karena ia dianggap mangkir dari tugas, dan karena kekacauan di kota tetikus saat terjadi kejar-mengejar dengan perampok tadi. Di saat dimarahi atasannya itu, seekor ibu anjing air memaksa masuk untuk bertemu si atasan. Ia ingin memohon bantuan kepolisian untuk mencarikan suaminya yang hilang. Judy yang merasa iba langsung menawarkan diri untuk mencarikannya. Si atasan tampak kesal karena ulah Judy ini. Hampir saja ia akan memecat Judy, tetapi di luar ruangan, seekor domba yang ternyata asisten walikota justru mendukung Judy untuk menangani kasus itu. Maka si atasan tak bisa berbuat apa-apa selain menyetujuinya. Tetapi dengan taruhan, jika dalam 48 jam Judy tidak menyelesaikan tugasnya, ia harus keluar. Dari situlah petualangan Judy yang kemudian minta bantuan Nick dimulai.

Moral

Wah, saya sudah menulis spoiler terlalu panjang. 😀 Selanjutnya silakan tonton sendiri ya.

Film ini menyajikan banyak sekali ide-ide dan pesan moral serta kritik sosial. Mungkin memang ditujukan untuk ditonton anak-anak. Tetapi menurut saya orang dewasa juga boleh menontonnya. Sebagian pesan moralnya bisa mengajari anak-anak tentang nilai-nilai kehidupan dan sebagian lainnya bisa mengingatkan yang dewasa. Mari kita telaah satu-persatu.

  1. Kesetaraan / kebhinekaan

Zootopia melambangkan keragaman jenis hewan yang hidup berdampingan dengan damai. Tak ada yang merasa paling berkuasa atas yang lain, walaupun ada golongan pemangsa di sana. Hal ini mengingatkan kita, manusia, tentang dunia kita. Kita terdiri dari berbagai bangsa, suku, ras, warna kulit, bahasa yang berbeda-beda. Dan demi terciptanya perdamaian, kita harus saling menghormati satu sama lain, menjunjung tinggi nilai toleransi. Kita semua sama, tak ada yang berhak mengatakan dirinya lebih mulia daripada yang lain.

  1. Raihlah cita-cita / mimpi

Judy, yang hanya seekor gadis kelinci dari desa bercita-cita menjadi polisi. Di film ini digambarkan kepolisian berisi hewan-hewan besar saja. Hanya Judy lah hewan kecil pertama yang diterima. Pandangan masyarakat pun sama, bahwa hewan kecil tak pantas menjadi polisi. Tetapi akhirnya Judy bisa mewujudkan cita-citanya untuk menjadi polisi, walaupun semua orang meremehkan, walaupun itu tampak mustahil. Tetapi ia sangat yakin bisa mencapainya. Dan akhirnya dia bisa membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu, walaupun dipandang kecil. Jadi, marilah terus berusaha mengejar impian kita walaupun tampak tidak mungkin kita capai. Yakinlah dengan usaha yang sungguh-sungguh, ia akan bisa dicapai.

  1. Saat dipandang hina

Nick Wilde, rubah, dikenal luas oleh masyarakat sebagai pembohong. Walaupun demikian, ia tetap mencoba membuktikan kepada dunia bahwa ia bukan seperti yang dunia anggap. Sampai akhirnya saat pelantikan kepanduan, ia direndahkan oleh teman-temannya, bahwa ia tidak mungkin bisa dipercaya, hanya karena ia adalah seekor rubah.

Pengalaman buruk itu mengubah Nick menjadi dirinya yang sekarang. Walaupun dunia masih menganggapnya pendusta, ia tetap melangkah dengan pasti. Ia selalu berusaha untuk tersenyum."Jika orang lain menganggapmu tidak akan berubah, buat apa kita berusaha." Itulah satu keputusasaan yang dipikirkan Nick. Ia sudah tidak peduli atas stereotip masyarakat, dan tidak peduli lagi untuk membuktikan kepada dunia bahwa ia berbeda.

Di kehidupan kita juga ada yang demikian. Sebagian kita menghakimi bahwa golongan anu begini, golongan anu begitu, dsb. Jika kita dianggap demikian, jangan takut. Kita lebih tahu diri kita daripada orang lain. Biarkan mereka menilai sesuka hati mereka. Asalkan kita tidak menilai mereka buruk juga. Mereka itu hanya mengerti, tanpa memahami.

  1. Yang kecil juga bisa berkuasa

Mr Big, yang ternyata seekor tikus, diceritakan begitu berkuasa. Anak buahnya beruang-beruang kutub. Ia bisa membekukan siapa saja menjadi es di hadapannya.


Saya rasa cukup demikian saja ulasan ini. Sebenarnya masih ingin saya tulis beberapa hal lainnya, seperti misalnya kritik sosial pelayanan birokrasi yang sangat lambat, yang digambarkan dengan para kukang. Tapi sepertinya tulisan ini sudah terlalu panjang. Selebihnya silakan baca tulisan pada link di bawah ini.

http://www.pluggedin.com/movie-reviews/zootopia/ http://www.imdb.com/title/tt2948356/awards

24/01/2017

Anime

https://youtu.be/jtTBYMvLBbw

Kamu otaku? Saya bukan. Tonton tuh video bagus buat yang ngaku anime lover. Otaku juga boleh.

21/01/2017

Jerman Quote

Hari ini, saya membahas tentang quote atau kutipan. Sejak beberapa waktu belakangan, saya jadi hobi mengumpulkan quotes. Dari siapa saja, saya like, termasuk pernah saya like quote dari "orang bodoh". Quote nya seperti ini: "was andere Menschen von dir denken ist nicht dein Problem". Iya, itu bahasa Jerman. :D saya dapat dari sebuah FB page bahasa Jerman.

Suatu hari, quote itu (atau Zitat dalam bahasa Jerman) dimunculkan lagi. Saya langsung like, dan tanpa sengaja saya melihat sebuah komen yang tampaknya tidak setuju. Komentar itu mengatakan, "tolong jangan quote dari orang itu, dia bodoh", kira-kita begitu. Ternyata ada beberapa komentar yang senada dengan itu di bawahnya.

Kalau diterjemahkan, kutipan itu berarti "apa yang dipikirkan orang lain atas dirimu, itu bukan masalahmu". Sepintas terlihat biasa saja, dan menurut saya ada benarnya, waktu itu. Apalagi saya sedang mencari konsep diri di dalam masyarakat. 🙊 minda saya langsung mengiyakan tanpa protes.

Namun setelah saya membaca komentar tadi, hati nurani saya tergugah. Memang yang dipikirkan orang lain itu bukan masalah kita, lebih ke masalah mereka. Tetapi bukankah kita yang menyebabkan masalah tersebut? :D

Manusia memang berbeda-beda, kita sudah mafhum. Ada yang suka menilai orang lain, ada yang cuek, dlsb. Jika orang lain masih mau memikirkan kita, artinya dia begitu perhatian kepada kita. Tetapi masalahnya, yang dipikirkan mereka itu apa? Positif, ataukah negatif itu yang tidak kita ketahui. Dan jika hanya mereka pendam dan justru jika dijadikan bahan obrolan dengan orang lain, itu sudah bukan masalah mereka saja. Itu sudah jadi masalah untuk kita juga.

Yah pembahasan ini sudah sedikit melenceng dari bahasan pokok. Jadi, intinya sejak saya salah memahami kutipan itu, saya jadi lebih selektif dengan pemilik kutipan. Kutipan tadi itu adalah kutipan seorang komedian ternyata. Itulah maksudnya kenapa ia dibilang bodoh, dan maksud dishare di FB page itu untuk sekedar humor, yang saya anggap serius.

Edit 5/02: saya tambahkan gambar quote, ternyata sang penggagas kutipan adalah seorang penulis terkenal, Paulo Coelho, bukan komedian.

Hakikat kutipan

Salah satu semangat saya menyukai kutipan adalah dari sebuah hadits1 yang artinya kira-kira:

"Kalimat hikmah itu adalah suatu yang hilang dari seorang mukmin, maka dimana saja ia mendapatkannya maka ia lebih berhak atasnya"

Kebanyakan kutipan mengandung hikmah, kecuali kutipan "bodoh" tadi ya. Jadi, jika sekiranya ia bermanfaat, maka kita bisa menjadikannya ilmu. Karena kutipan-kutipan itu diperoleh bukan dari orang-orang sembarangan. Mereka biasanya orang-orang terkenal atau orang-orang sukses yang mana kuipan mereka terinspirasi dari pengalaman hidup mereka.

Kutipan gambar mim

Saat ini ada fenomena humor populer melalui gambar, atau disebut meme (dibaca mim). Gambar-gambar itu biasanya sama, hanya beda kata-kata yang lucu. Sebagian gambar-gambar itu, karena ingin terlihat lucu, ada yang mengatasnamakan kutipan oleh orang ternama. Ini sangat disayangkan sebenarnya. Saya anggap sebagai sebuah kedustaan. Coba lihat contoh berikut2:

Menurut pembuat gambar, itu hanya plesetan. Tetapi rasanya kurang etis jika mencatut nama tokoh asli. Bagi orang yang tidak paham, bisa saja itu akan dianggap benar-benar ucapan sang tokoh.

Semakin membuat diri ini waspada terhadap kemungkinan kutipan abal-abal.


  1. hadits tersebut sebenarnya ghariib http://umar-arrahimy.blogspot.co.id/2015/03/takhrij-hadits-hikmah-milik-orang.html 

  2.  http://www.lucu.me/2016/05/20-meme-plesetan-quotes-tokoh-tentang.html 

19/01/2017

KBBI Kekinian

MITM, sebuah istilah "keren" yang tersemat pada sebagian hacker. Bagi saya itu keren, karena saya hanya bisa terkagum-kagum oleh kemampuan mereka.

Lalu, apa itu penikung? Hmm, entahlah, itu satu kata asing yang bahkan di KBBI pun tidak akan kita temukan --setidaknya saat tulisan ini diterbitkan. http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Penikung

Saya pakai kata itu seperti biasa, sebagai kritik sinis atau sekadar sarkas yang saya tertawakan sendiri. 😨 sama halnya seperti kata-kata baper, jomblo, jones, kepo, oleng, atau apalah yang kekinian.

Kembali ke mitm, ia adalah singkatan dari "man in the middle" attack. Yaitu sebuah teknik hacking yang dilakukan "di tengah-tengah" dua pihak yang saling menjalin cinta, eh komunikasi. Sang attacker menyadap jalinan komunikasi tersebut sedemikian rupa sehingga kedua pihak tak ada yang mengetahui bahwa mereka disadap. Jelas beda dengan penikung ya. :D

Saya bukan hacker yang anda maksud, jadi saya tidak bisa menjelaskannya secara terang dan rinci. Dan jelas sebenarnya antara mitm dan penikung tak ada hubungan apa-apa. Mereka sama-sama jomblo. 🙊

18/01/2017

Belajar

Belajar adalah proses yang berkelanjutan yang akan kita jalani hingga akhir hayat. Setiap detik, setiap saat yang bergulir secara konstan, begitu pula kehidupan yang dinamis ini memaksa kita untuk terus belajar dan belajar.

Saya merasa sudah banyak sekali mempelajari hal-hal. Tetapi ternyata lebih banyak lagi yang masih harus saya pelajari. Awalnya terasa malas untuk memulai dari nol lagi, tetapi setelah menyadari bahwa belajar adalah proses tanpa henti, akhirnya tak ada lagi kata malas.

Manusia mempelajari berbagai hal dalam rangka menuju pribadi yang lebih baik. Yang mana nantinya akan berguna tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga demi kemashlahatan bersama.

17/01/2017

Kontemplasi

Kita punya dua mata, tapi hanya bisa fokus pada satu objek. Kita juga punya mata hati, tapi tak banyak dari kita yang bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Hanya yang hatinya bersihlah yang bisa.

Sebenarnya hal itu sudah saya sadari sejak lama. Saya diam saja karena gak ada yang tanya. Hehe... siapa pula yang mau nanya.

Artinya bahwa kita, manusia (ya, saya juga manusia ngomong-ngomong), ada keterbatasan. Kita hanya bisa menilai segala sesuatu dari yang tampak, tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik semua itu. Seperti misalnya ramai tentang berita hoax beberapa waktu lalu.

Tetapi selain karena keterbatasan secara fitrah, ada faktor lain dari kita sendiri yang menghalangi kita untuk memahami. Yaitu kebencian dan keras hati.

Seberapapun nyatanya fakta yang terjadi, jika hati kita dipenuhi kebencian, kebenaran apapun yang sampai pada kita tak akan menggoyahkan kekerasan hati kita untuk menolak mempercayainya. Pernah merasakannya?

Selain itu, ada pula kasus yang mana kita enggan untuk menerima klarifikasi atau pencerahan atas apa yang terjadi, dikarenakan kekerasan hati tadi. Kita tetap kukuh pada argumen pribadi kita walaupun kita sadar bahwa terkadang itu hanyalah nafsu berbalut egoisme.

Salam ikhlas! Mari benahi hati, sucikan fikiran. Demi kemashlahatan bersama.