"Learn to recognize omens, and follow them"

11/02/2017

Cinta

Nemu kutipan dari grup Telegram SinauDev lagi. Draf tulisan ini dibuat di hari di mana sang bumi mulai berevolusi terhadap sang matahari dari titik awal untuk ke sekian kalinya sejak aku menghirup pekatnya udara dunia ini untuk pertama kalinya. ehm

Untuk mencapai kesadaran itu, diperlukan kesabaran terhadap diri sendiri. Sabar terhadap keras kepalanya sebuah entitas di dalam diri ini hingga ia mau disadarkan atas segala kekhilafan dan kedunguan selama hidupnya. Tak lupa pula, ada sebuah entitas di luar diri yang juga begitu berpengaruh dalam penyadaran itu. Ia disebut cinta. Cinta Tuhan, pasti. Cinta kepada manusia, juga. Cinta dari manusia, apalagi.

Cinta dari keluarga, baik keluarga yang mengasihi dan menyayangiku sejak bayi di dalam sebuah surga kecil yang tak dianggap, maupun keluarga-keluarga yang mengisi masa lalu yang luar biasa, yang tak ternilai kenangan dan pengaruhnya yang diberikan. Juga cinta dari teman-teman di tempat kerja, dan tak ketinggalan cinta dari teman-teman kuliah yang seharusnya akulah yang memberikan cinta kepada mereka. Serta cinta abstrak lainnya yang tak tampak, tetapi bisa dirasakan, bahkan walaupun tak pernah sekalipun bersua.

Ketahuilah kedudukanmu, itu lebih baik

Setidaknya mulai terang, di mana aku berada di dunia ini, dan mau ke mana di masa depan. Menjadikan langkah ini semakin mantap dan pasti. Melewati jalan yang pernah dipilih. Takkan ada penyesalan dan putus asa. Jika pun suatu saat jalan ini begitu berliku, dan bahkan sesat, maka tak ada lagi kebimbangan dan ketakutan. Yang tersisa hanyalah keyakinan untuk terus maju sampai akhir. Terima kasih cinta.

11/02/2017

Cinta Multimedia Pertama

Biasanya kita (apa cuma saya?) heboh kalau melakukan/mendapatkan hal-hal baru. Ya termasuk belakangan ini di blog ini begitu heboh berisi tulisan-tulisan tentang cinta, apalah itu. Ya karena itu adalah, anu... Dan kita (apa cuma saya?) cenderung heboh juga ingin segera pamer, eh share kepada orang lain tentang hal-hal baru itu.

Ini saya cuma mau pamer eh, share pengalaman pertama "beli" lagu secara legal di MelOn. Bayarnya cuma 3 ribu sih. hehe... Tetapi cuma sehari. Yang penting bisa mendengarkan mbak Yoshioka Kiyoe Ikimonogakari membasahi hati ini dengan syair-syair indahnya dari album terbaru Chou Ikimonobakari Tennen Kinen Members Best Selection... aah... syahdu

11/02/2017

Entahlah

Jodohmu itu dekat, jika dan hanya jika Tuhanmu juga dekat, karena jodoh di tangan Tuhan, kan?

06/02/2017

Humor

Ya, seharusnya begitu. Dengan menertawakan diri sendiri, tak ada yang terluka. Tapi di sisi lain, tentunya ada saja yang gagal paham hingga baper, mengira kita menertawakan orang yang merasa. Kalau sudah begitu, mau bagaimana lagi. Sudah, kita harus berhenti bergurau. Wahai dunia, maafkan aku yang terlalu sering menertawakanmu. Kini jika kau mau membalasku dengan menertawakanku, aku rela kau tertawakan.

Humor adalah menertawakan apa yang tidak kau miliki, ketika kau harus memilikinya
Langston Hughes

Satu dalih buatku yang sering menertawakan apa yang tidak kumiliki. Seperti "jomblo", yang tidak memiliki pasangan, padahal seharusnya memiliki.

Perlu dibedakan antara menertawakan diri sendiri dengan merendahkan diri sendiri. Jika kita melucu dengan membawa-bawa kesalahan masa lalu, itu bukan yang dimaksudkan. Itu hanya membuka aib masa lalu yang seharusnya sudah terkubur oleh waktu. Orang yang mendengarnya justru menjadi kurang respek.

05/02/2017

Facebook

Hmm, mungkin saking cintanya sama facebook, sampai saya sebut-sebut dia terus. Facebook lagi, facebook lagi... Seperti lagunya Justice Voice.

Seperti yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu, saya sudah tidak bisa berfacebook ria di akun utama1. Rasanya seperti ada yang kurang gitu, tapi di sisi lain, saya punya waktu luang untuk kegiatan lain. Maksudnya browsing situs lain, atau blogging di sini. Lihat saja, sebulan terakhir ini saya sangat rutin menerbitkan posting.

Coba lihat, berapa kali saya sebut facebook di blog ini

Nah, seperti biasa, saya tersesat di jagat maya saat... emm, ngapain tadi ya?! Pokoknya tahu-tahu sampai di sebuah laman yang membahas tentang privasi pengguna facebook. Judul tulisan itu "What should you think about when using facebook?". Link ada di bawah, bacalah terus sampai habis2. Pokok bahasannya tentang data yang dikumpulkan oleh facebook dari para "pengguna". Ya, kata ini saya beri tanda kutip, karena sebenarnya kita bukan pengguna. Kenapa?

Kita bukan pengguna

We are social animals, and we are wired to want to connect, want approval, want to share, and want to organize on the platform where everyone else is, and this, for now, is in Facebook’s advantage. Additionally, it’s hard to say that Facebook is all bad: it does connect people, it has helped organize meetups and events, and it does make the world more interconnected. But, as Facebook’s users, we and our data are its product. And, as we understand more about how this data is being used, we can still play on Facebook’s playground, by its rules, but be a little smarter about it.
-- Vicki Boykis

"Kita adalah makhluk sosial, dan kita terkait karena ingin berhubungan, ingin diterima, ingin berbagi, dan ingin mengorganisir pada platform di mana ada orang lain, dan inilah, untuk saat ini, ada pada manfaat facebook. Selain itu, sulit mengatakan bahwa facebook itu buruk: ia menghubungkan orang-orang, ia membantu mengorganisir pertemuan dan acara, dan ia membuat dunia lebih saling terhubung.

"Tetapi, sebagai pengguna facebook, kita dan data kita adalah produknya. Dan, sebagaimana kita pahami lebih jauh tentang bagaimana data ini digunakan, kita masih bisa bermain di tempat bermain facebook, dengan peraturan-peraturannya, tetapi jadilah lebih cerdas tentang itu."

Jadi, intinya kita dan termasuk data-data kita itu adalah produk facebook itu sendiri. Coba pikirkan, kita itu tidak membayar mereka. Apakah mereka betul-betul tidak mengharapkan sesuatu dari kita? Ya mungkin paling banter mereka menayangkan iklan untuk pendapatan mereka. Tapi benarkah hanya sejauh itu? Menayangkan iklan yang sebagian penggunanya memilih untuk tidak menampilkannya dengan adblocker?

Coba pikirkan. Bacalah dulu sumber tulisan di atas (link di bawah). Mereka begitu detilnya mengumpulkan data tentang kita. Oke mungkin pembaca tidak terpengaruh sedikit pun dan tidak peduli status-status, foto-foto, video-videonya mau diapakan. Tapi bayangkan, sekian milyar "pengguna" facebook, berpikiran sama seperti anda: tak peduli, tak mau tahu, tak tahu. Bagaimana jika data-data kita itu dijual untuk perusahaan asuransi misalnya? Dan tiba-tiba kita ditawari produk asuransi oleh perusahaan X. Maka jangan kaget.

Dengan tidak bisa berfacebook ria, itu adalah satu langkah bagus untuk lepas darinya sedikit demi sedikit. Langkah selanjutnya mungkin akan lebih susah: uninstall whatsapp dan messenger, serta lepas total dari facebook. Whatsapp yang juga keluarga facebook, masih demikian populernya, dan bahkan tempat kerja saya sekarang menggunakannya untuk koordinasi tim. Messenger masih saya pakai untuk berkirim pesan kepada teman yang masih betah di facebook. Iya, saya pakai password aplikasi messenger sebelum mengganti password utama facebook hingga tidak bisa login lagi. Kemudian jika berlepas total dari facebook, untuk saat ini rasanya belum bisa. Mungkin belum ada alternatif lain yang sepadan untuk beriklan dengan target yang begitu terarah selain facebook. Ya, dengan data dari "pengguna" yang berjumlah milyaran, mereka menjualnya menjadi jasa iklan dengan audiens yang betul-betul tepat, menurut mereka.



  1. ya, saya masih punya akun bayangan, tapi tidak saya gunakan untuk interaksi dengan kenalan 

  2. https://veekaybee.github.io/facebook-is-collecting-this/ 

05/02/2017

Introvert

“One Surprising Truth about Introverts” @larrykim https://medium.com/the-mission/one-surprising-truth-about-introverts-56c4ad95d07a

02/02/2017

Buku Nikah Ulasan

Eh, enggak, enggak, aku enggak ngajak kamu merit. Itu hanya judul buku yang sempat berhenti kubaca. Berikut ini cuplikan ulasan saya di Goodreads. Kalau mau baca bukunya, boleh pinjam aku kok. 🙊

Loving You: Merit Yuk!Loving You: Merit Yuk! by O. Solihin

My rating: 4 of 5 stars

Sangat bermanfaat untuk kita yang sedang berupaya untuk menuju masa depan bersama separuh agama. ehm...

Pembahasan sangat komplit dari definisi cinta sampai penanganan konflik dalam rumah tangga setelah menikah. Merit yuk!

View all my reviews