"manusia yang malang di dunia ini bukan mereka yg tidak memiliki uang, melainkan mereka yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya"

17/05/2015

Elementary Ubuntu

Akhirnya setelah mengunduh selama 1 minggu dengan torrent, ISO Elementary OS Freya siap dicoba. Satu minggu bukan berarti on terus selama itu. Torrent kan bisa dijeda-lanjut kapan saja, selama ada peer.:D Saya iseng-iseng saja ingin mencoba satu distro turunan Ubuntu 14.04 ini. Saat melihat cuplikan layar, tampilannya mirip OSX. Dan menurut beberapa review, distro ini ringan (lightweight). Pasti mereka menjajalnya di PC high-end. Kalau di PC saya, mungkin ringan juga sih. Saya coba di Virtualbox pun cuma ngadatnya sedikit. Desktopnya saya kira GNOME 3, tapi ternyata Pantheon namanya.

[gallery columns="2" link="file" ids="80,81,84,85,86,87,88"]

Klik untuk memperbesar.

17/05/2015

Kubuntu Ubuntu

Wifi hotspot sudah bertebaran di mana-mana. Tapi tidak semuanya bisa kita konek dengan semaunya. Jika punya PC atau laptop yang bisa broadcast, maka kita bisa membuat access point sendiri. Dan kali ini saya mau share cara membuat AP dengan komputer Kubuntu. Versi Kubuntu yang bisa adalah minimal 14.04. Saya pakai wifi dongle murahan dengan driver Ralink. Info di lsusb: Bus 001 Device 021: ID 148f:3070 Ralink Technology, Corp. RT2870/RT3070 Wireless Adapter Jika punya laptop, coba cek dengan perintah: lspci -k | grep -A 3 -i "network". 1 Lihat Kernel driver in use apakah termasuk dalam perangkat yang didukung di http://linuxwireless.org/en/users/Devices/USB/.

Konfigurasinya

Klik setting pada daftar koneksi di network widget di panel.

Klik Add -- Wireless (shared).

Isikan sesuai kebutuhan.

Jangan lupa memberikan password untuk access poin itu.

Dan terakhir, klik Connect agar wifi mulai memancarkan sinyal. Dan kita pun bisa memanfaatkannya untuk ponsel atau perangkat yang lainnya.


  1. https://sucipto.net/2014/04/26/membuat-hotspot-di-linux-ubuntu/

Mbongkar-bongkar Hafal Quran untuk publish versi terbaru. Sudah setengah tahun sejak terakhir commit. "Jeroannya" pakai Cordova, saya instal dalam Node.js di Ubuntu. Karena merasa sudah lumayan lama, saya update si Cordova, juga platform Android di project-nya. Saat perintah cordova build android, ada proses unduhan Gradle yang lumayan menyedot kuota internet. Setelah saya tunggu beberapa menit, eh, malah error. Kira-kira seperti ini:

-compile:
    [javac] Compiling 8 source files to /home/bedouin/Projects/android/hafq-playstore/platforms/android/ant-build/classes
    [javac] /home/bedouin/Projects/android/hafq-playstore/platforms/android/src/org/apache/cordova/file/LocalFilesystem.java:414: error: cannot find symbol
    [javac]         if (Build.VERSION.SDK_INT >= Build.VERSION_CODES.LOLLIPOP) {
    [javac]                                                         ^
    [javac]   symbol:   variable LOLLIPOP
    [javac]   location: class VERSION_CODES
    [javac] /home/bedouin/Projects/android/hafq-playstore/platforms/android/src/org/apache/cordova/file/LocalFilesystem.java:415: error: cannot find symbol
    [javac]             for (File f : context.getExternalMediaDirs()) {
    [javac]                                  ^
    [javac]   symbol:   method getExternalMediaDirs()
    [javac]   location: variable context of type Context
    [javac] 2 errors
BUILD FAILED
/home/bedouin/Apps/android-sdk/tools/ant/build.xml:720: The following error occurred while executing this line:
/home/bedouin/Apps/android-sdk/tools/ant/build.xml:734: Compile failed; see the compiler error output for details.

Di situ terlihat ada kata Lolliop, pasti ada hubungannya dengan versi Android 5. Sedangkan di Android SDK saya, versi tools terbaru yang terinstal adalah android-19, atau 4.4.2 Kitkat. Mau saya instal Lolipop tapi kok unduhya lumayan besar. Saya cari cara lain. yaitu downgrade versi platform android Cordova ke 3.6.4. Tapi ternyata masih belum terpecahkan problemnya. Karena sudah berulang-ulang saya bongkar-pasang platform tsb, akhirnya saya unduh saja tools Android SDK 5.1.1-nya. Dan akhirnya problem SOLVED. Karena mungkin versi Cordova 5.0.0 ini memang butuh android-22 sebagai platform untuk building.

Sebuah pelajaran yang bisa saya ingat. Bahwa jangan setengah-setengah kalau update. Atau lebih baik tidak update juga tidak masalah. Kalau setengah-setengah kan hasilnya jadi sedih. Kuota yang sebenarnya bisa sampai satu minggu, habis dalam sehari. :(

03/05/2015

Open Source Ubuntu

Ubuntu Indonesia punya website baru, http://ubuntu.id/. Dengan tajuk "Seminar Tahunan Forum Ubuntu Indonesia". Ternyata acara yang akan diadakan pada 23 Mei mendatang merupakan acara tahunan ke-5. Shiranai yo

Tema kali ini adalah "Ubuntu: Sistem Perkantoran Profesional". Menargetkan peserta sebanyak 250 orang, baik kalangan bisnis maupun masyarakat umum. Wah, saya juga berkesempatan ini.

Seminar akan diisi oleh 6 orang narasumber dari kalangan bisnis, praktisi, dan penggiat Open Source yang juga akan dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari beberapa instansi pemerintah maupun swasta.

Sedangkan sesi lokakarya akan diisi oleh 3 orang yang tidak asing. Saya sering melihat mereka di media sosial maupun Forum Ubuntu Indonesia sendiri. Salah satunya, saudara @nif adalah penggiat Ubuntu yang paling sering nongol di FUI. Akhir-akhir ini saja saya lihat di fb. :D

Dua orang yang lain lebih aktif di grup-grup fb. La karena saya juga lebih aktif di fb. Mereka adalah Etc Session 1, anggota tim pengembang Grombyang OS; dan Sokhibi Imgos, penggiat Open Source, terutama aplikasi desain grafis Inkscape dan juga penulis buku tentangnya. Sugoi.

 Sesi lokakarya akan menghadirkan pemateri dari warga Forum Ubuntu Indonesia yang membawakan pemrograman bash script, dari Komunitas Grombyang OS (GrosTeam) yang akan mendemokan remastering ubuntu 15.04 menggunakan UCK, serta dari komunitas Inkscape Indonesia akan mengisi kelas desain grafis.

Pasti ramai acaranya ya. Sukses buat semuanya aja lah. Saya senang sekali dengan perkembangan yang luar biasa ini. Open source Indonesia berkembang pesat. Saya bangga menjadi pengguna open source software.


  1. Kayaknya bukan nama asli :) 

07/04/2015

Animasi Anime Jepang Video

Pas nih, bulan April, seperti judul anime Shigatsu wa kimi no uso, yang dalam bahasa Jawa: Cidramu ing wulan April. :D Dalam bahasa Indonesia: Dustamu pada bulan April. Saya bukan ahli review, maka jika tulisan ini tidak sesuai dengan kaidah ulasan yang baik, harap jangan diambil hati. Saya juga bukan penggemar anime fanatik, maka saya merasa tidak perlu menghafal tokoh-tokoh beserta perwatakan dalam anime satu persatu sampai detail. Saya hanya otodidak yang numpang belajar bahasa Jepang dari anime.

Saya awali dengan sejarah atau awal mula tahu judul anime tersebut. Sekitar bulan apa ya... Pokoknya paruh akhir tahun lalu, saya tidak sengaja menonton Imagine-nation di NHK World, tayang setiap selasa malam pukul 22.30. Eh malam ini ada ya... Waktu itu si mbak Chiaki Horan dan temannya mengasih preview sebuah anime baru yang berjudul seperti di atas. Menurut artikel di Wikipedia 1, Shigatsu wa kimi no uso tayang sejak 9 Oktober tahun lalu, dengan jumlah episode 22. Dan episode terakhir tayang pada akhir Februari lalu.

Lalu, kenapa saya tertarik dengan anime ini, bahkan menonton 2 sampai tamat? Pertama, karena pembahasan yang menarik oleh imagine-nation. Acara tersebut menampilkan figur-figur di balik layar anime tersebut 3. Juga sekelumit proses pembuatannya. Pokoknya hebatlah menurut saya. Tidak heran hasil produksi sangat bagus. Itulah alasan kedua, yaitu gambarnya yang 'hidup' atau kata saya: modern. Teknologi animasi (Jepang) semakin berkembang, termasuk animasi 2D. Bandingkan sendiri bagaimana gambar anime pada tahun 90-an dengan yang ada sekarang. Jauh ya... :D

Sedangkan alasan terakhir, judulnya mengundang penasaran. Sebenarnya siapa yang berdusta? Semuanya terungkap pada episode terakhir.

Walaupun secara animasi, Shigatsu termasuk standar anime saat ini, dia punya keunggulan pada detil penggambaran piano yang mirip gambar 3D. Sang sutradara menjelaskan (pada preview di imagine-nation), dan ditampilkan tayangannya, pembuatan scene pemain piano menggunakan seorang model pianis sungguhan yang direkam pergerakannya dari berbagai sudut. Dan kemudian sang sutradara mendapat inspirasi dari video-video rekaman tersebut, termasuk model violinis, bagaimana menggambarkan secara visual 2D. Dan dia juga dibantu oleh animator 3D yang memvisualkan bagaimana gerakan jari-jemari sang pianis saat menyentuh tuts, dan tampilan bayangan pada bagian piano yang mengkilap.

Lihat sendiri trailer Shigatsu:

https://www.youtube.com/watch?v=3aL0gDZtFbE

Dari Shigatsu, saya jadi tahu Goose House yang lagunya, Hikaru Nara menjadi lagu opening Shigatsu.

https://www.youtube.com/watch?v=SnXkhkEvNIM

Sekarang mengenai isi cerita dan tokoh-tokoh Shigatsu. Untungnya sudah ada artikel di Wikipedia yang menjelaskannya secara cukup rinci 1. Maka, saya tidak perlu membahasnya di sini. Bagian saya hanya berkomentar. :

Cerita dalam Shigatsu yang ber-genre drama romance ini berkutat pada kehidupan anak SMP. Yah, di sini saya agak kurang setuju. Masa anak SMP sudah pacar-pacaran. Bagaimanapun itu bukan hal yang boleh menjadi lazim, walaupun pada praktiknya sudah jamak terjadi bahkan saat saya sendiri SMP.

Cerita yang SMP-sentrik ini sedikit menghadirkan nostalgia, walaupun jelas masa SMP saya tidak seperti dalam cerita Shigatsu. Hanya saja, mengenang masa itu begitu... ~kompleks. Saya tidak pandai musik, dan tidak paham soal musik. Saya juga tidak paham apa itu pacaran. Hanya mungkin pernah ikut-ikutan naksir-naksiran dan cuma diempet.

Yang mending sama antara saya dan Kousei, mungkin... kesendirian.



  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Shigatsu_wa_Kimi_no_Uso 

  2. Sebenarnya Sigatsu tidak tayang di televisi indonesia. Lalu di mana saya menonton? Hmm, sebenarnya ini memalukan, tetapi saya harus jujur, saya download di sebuah situs. 

  3. Shigatsu diproduksi oleh Studio animasi A-1, yang juga memproduksi anime SAO (Sword Art Online) 

24/03/2015

Programmer

Menyelesaikan suatu permasalahan yang sangat sulit dengan cara yang sangat sederhana dan terkesan unik adalah kemampuan individu yang sudah menguasai logika dan algoritma sesuai bidang tersebut...

Saya awali tulisan kali ini dengan sebuah kutipan dari sebuah posting seseorang di blognya 1. Saya mendapatkannya dari forum Ubuntu Indonesia di FB.

Jadi, ada sebuah pertanyaan tentang pentingnya algoritma dan matematika bagi programmer. Pertanyaan semacam ini sudah pernah saya jumpai sebelumnya. Kalau dilihat dari jawaban-jawabannya, hampir semuanya setuju kalau programmer harus menguasai algoritma dan matematika.

Lalu, sebenarnya apa sih algoritma? Saya juga sering kehilangan makna algoritma ketika teman saya yang kuliah elektronika membahas kata ini. Padahal menurut sumber teratas dari google, 2

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.

Cuma itukah? Tampaknya kutipan tersebut sudah menggambarkan dengan jelas apa itu algoritma.  Dan menurut tulisan yang memuatnya, algoritma adalah bagian dari program komputer. Maka benarlah jika dikatakan bahwa programmer harus menguasai algoritma.

Ngomong-ngomong, saya sudah sering bercerita kalau saya sedang belajar pemrograman (otodidak). Dan itu sudah sejak lama. Tapi saya merasa belum ada apa-apanya sampai saat ini. Apalagi, kalau memperhatikan kutipan yang pertama, bahwa ahli algoritma bisa memecahkan masalah yang rumit dengan cara yang sederhana.

Saya mau sedikit bercerita, yang sebenarnya sudah saya simpan sejak lama. Kebetulan saya pernah ikut tes interview sebuah perusahaan startup, jadi junior programmer Python. Salah satu tes keahliannya adalah memecahkan soal yang diberikan, yaitu mencari bilangan terkecil dan terbesar dari suatu matriks, dengan bahasa pemrograman apapun, dalam baris kode dan tempo yang sesingkat-singkatnya. Wah, luar biasa, padahal saya baru bisa echo atau array_merge dalam PHP! Jadi, saya jawab soal tersebut dengan kemampuan seadanya dan dalam kode yang mbleber serta rampung terlama. Dan kalau benar-benar dijadikan file PHP, pasti cuma menghasilkan error. Pengalaman yang sangat berharga. Walaupun saya tidak lolos tes tersebut. Tapi waktu itu saya justru semakin ingin mempelajari Python. Sayangnya tidak sampai lama belajar, sudah berhenti, atau ditunda dulu. Inginnya fokus satu bahasa dulu, entah PHP atau Qt C++. Dan sampai sekarang saya masih menimbang-nimbang mana yang harus didahulukan.

Semoga saja keinginan saya terwujud, entah dalam waktu dekat atau lama.

...

Edit: 2018, saya sudah bekerja fulltime sebagai programmer sekarang. Satu cita-cita akhirnya tercapai.

Kemarin saya bincang-bincang dengan seorang ahli IT (gak usah disebut namanya lah). Saya dapat sebuah info baru yang akhirnya menjadi ilmu baru buat saya. Beliau menawarkan sebuah hosting VPS di Cloudways untuk situs web. Basis dari layanan tersebut adalah Digital Ocean, dan ada pilihan Amazon EC2 dan Google Compute Engine. Seperti halnya VPS lain, biaya sewanya terbilang mahal untuk saya. Tapi ada versi trial 14 hari yang bisa kita coba.

Saya kira Cloudways ini seperti VPS biasa yang bisa kita setting sendiri 'daleman-nya'. Tapi setelah lihat langsung ke TKP, ternyata itu adalah managed cloud hosting. Dan kemudian saya tahu bahwa itu termasuk layanan Platform as a Service (PaaS). Selain Cloudways, ada lagi Openshift punya Red Hat Enterprise. Saya dapat info dari mas Sucipto di FB. Nah, sebenarnya PaaS itu apa?

Menurut beberapa sumber yang saya dapat (dari googling tentunya 1), PaaS adalah layanan atau jasa komputasi awan yang sudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan pengembang, dan pengembang tidak perlu mengurusi platform tersebut. Oleh karena itu, developer bisa fokus pada pengembangan dan update aplikasinya.

Karena PaaS yang saya coba tersebut menyediakan platform Wordpress, jadi mereka bisa dijadikan hosting untuk website. Dan secara performa atau spek, mereka lebih unggul daripada shared hosting biasa. Mungkin ke depannya shared hosting akan tergantikan oleh PaaS ini ya.


  1. Beberapa sumber: